Lahan bekas RS Mardi Waluyo Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)
Lahan bekas RS Mardi Waluyo Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

Pertengahan bulan ini tim khusus Pemkot Blitar akan berkunjung ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti). Lawatan tersebut untuk menanyakan kepastian kelanjutan pembangunan Akademi Komunitas Negeri (AKN) satu kompleks di kawasan tanah bekas RS Mardi Waluyo.

Rencananya, jika pemerintah pusat tidak jadi melanjutkan pembangunan, lahan tidak bertuan di Jalan Dr. Soetomo Kota Blitar tersebut akan difungsikan sebagai Ruang Publik Terbuka Hijau (RPTH) oleh pemkot Blitar.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kota Blitar Widodo Saptono Johanes mengatakan, rencana pemanfaatan lahan segera akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Blitar. Hal itu menyusul ketidakjelasan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) yang rencana awal akan melanjutkan pembangunan Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar (AKN) yang terpusat di lahan bekas rumah sakit milik Pemkot Blitar itu.

"Kalau opsi ini tetap tidak jadi, pemkot Blitar akan mengajukan pemanfaatan lahan dengan membangun Ruang Publik Terbuka Hijau (RPTH)," jelasnya kepada BLITARTIMES, Jumat (14/09/2018).

Terkait Akademi Komunitas, kata Widodo, meski keberadaan sementara terkini Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar belum satu kompleks yang rencana awal akan dibangun di atas tanah bekas eks RS Mardi Waluyo itu, pihaknya tetap akan berupaya kembali menanyakan rencana tersebut kepada Kemenristek Dikti terkait kepastian sikap kapan pembangunan akan bisa dikerjakan lagi.

Alasan mengapa proses pembangunan AKN Putra Sang Fajar belum bisa dibangun satu kompleks di lahan eks RS Mardi Waluyo, menurut Widodo, adanya ketidaksesuaian rencana pembangunan oleh Kemenristek Dikti dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang sudah ada di dokumen perencanaan pembangunan Kota Blitar.

"Kalau tetap belum ada kepastian, kita sudah punya opsi mau dibangun apa. Yang jelas, sampai sekarang opsi yang kita anggap sangat dinanti masyarakat adalah pembangunan ruang terbuka hijau," tukasnya.

Meski begitu, pemanfaatan lahan yang mempunyai luas tanah sekitar 24.000 m2 oleh Pemkot Blitar tersebut akan direalisasikan setelah pihak internal pemkot selesai berkoordinasi dengan Kemenristek Dikti terlebih dahulu, apakah pihak pemerintah pusat tetap akan melanjutkan pembangunan Akademi Komunitas di lahan eks RS Mardi Waluyo itu atau tidak. (*)​