Tersangka dugaan korupsi pecah sertifikat dilakukan lurah Garum, Bambang Cahyo Widodo, saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Blitar. (Foto: M.Prayogo/ BlitarTIMES)
Tersangka dugaan korupsi pecah sertifikat dilakukan lurah Garum, Bambang Cahyo Widodo, saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Blitar. (Foto: M.Prayogo/ BlitarTIMES)

Kasus dugaan korupsi yang dilakukan Lurah Garum, Kabupaten Blitar, Bambang Cahyo Widodo (BCW) kini telah memasuki babak baru. Yakni berkas perkara pidananya sudah dinyatakan lengkap hingga diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar pada Kamis (3/5/2018).

Siang itu, Kanit Tipdikor Satreskrim Polres Blitar Aiptu Hindratmuko yang mengantarkan berkas perkara yang sudah lengkap (P21), barang bukti serta tersangka BCW ke Kejari Blitar.

“Hari ini kita melaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejari Blitar karena sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Untuk pasal yang diterapkan pasal 12 e junto pasal 11 UU Tipikor,” ujar Aiptu Hidratmuko.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Blitar, Gede Putera Perbawa, mengatakan, setelah memeriksa berkas yang dikirimkan penyidik Polres Blitar pihaknya saat ini sudah menyatakan berkas tersebut lengkap.

Selanjutnya, BCW dilakukan penahanan lanjutan oleh Kejari Blitar di Lapas Kelas 2B Blitar.

“Setelah kita periksa barang buktinya sudah sesuai. Kami melakukan penahanan untuk 20 hari kedepan sebelum kita limpahkan ke pengadilan. Insyaallah Minggu ketiga ini kira-kira tanggal 14 Mei sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” kata Gede Putera Perbawa.

Diberitakan sebelumnya Lurah Kelurahan/Kecamatan Garum Kabupaten Blitar BWC terkena OTT Tim Saber Pungli pada Jumat (9/3/2018).

Pada waktu itu di rumahnya sekitar pukul 20.00, lurah ditangkap tengah ada dua orang pemohon untuk pengurusan pecah sertifikat tanah dan balik nama Letter C.

Sehingga kali ini Lurah Garum memasuki babak baru setelah melalui proses hukum yang berbuntut panjang. Di tengah masa tahanannya selama 53 hari itu, dia sempat mengajukan praperadilan menuntut penyidik Polres Blitar namun kalah saat sidang putusan pada Senin (16/4/2018). (*)