Pengurus PDIP Salah Alamat, Terlapor Ternyata Bukan Pendamping PKH | Blitar TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pengurus PDIP Salah Alamat, Terlapor Ternyata Bukan Pendamping PKH

Apr 27, 2018 11:02
Kholis Fahmi (kiri). Laporan Khotamin (kanan) ke Panwaslu Lamongan dianggap salah alamat karena terlapor bukan pendamping atau penerima manfaat PKH.(Ist)
Kholis Fahmi (kiri). Laporan Khotamin (kanan) ke Panwaslu Lamongan dianggap salah alamat karena terlapor bukan pendamping atau penerima manfaat PKH.(Ist)

Pendamping program keluarga harapan (PKH) membantah bagi-bagi stiker paslon (pasangan calon) pilgub Jatim. Bahkan Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Kholis Fahmi juga menegaskan kalau warga yang dilaporkan pengurus ranting PDIP Desa Kendalkemlagi Khotamin, selain bukan pendamping PKH, juga tidak tercatat sebagai penerima manfaat atau peserta PKH.

“Nama warga yang dilaporkan itu kan bukan pendamping PKH dan tidak tercatat sebagai penerima manfaat,” tegas Kholis yang juga pendamping PKH di Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Kamis (26/4/2018). “Yang dilaporkan itu (LM) warga yang mewakili kakaknya penerima PKH karena kakaknya merantau dan anak kakaknya ikut LM," lanjut dia.

Menurut Kholis, kejadian bermula pada 19 April 2018 di Desa Kendalkemlagi, saat ada penyaluran. Tanpa sepengetahuan pendamping, ada oknum keluarga penerima manfaat (KPM) bernama Kasmunti membagikan stiker yang didapat dari temannya di pasar kepada sesama KPM yang hadir dalam acara penyaluran.

Termasuk KPM bernama Nurhayati, Ida Kasiati dan Puji yang kebetulan mertua Puji adalah pengurus ranting PDIP Kendalkemlagi. Selanjutnya salah seorang pengurus ranting PDIP desa setempat melaporkan temuan itu ke Panwaslu Lamongan.

“Jadi, pemberitaan di media kalau yang membagikan stiker adalah pendamping PKH itu tidak benar. Termasuk kartu PKH dan buku tabungan dibawa pendamping juga tidak benar,” tegas Kholis.

Ketua Panwaslu Lamongan Toni Wijaya juga membenarkan kalau yang dilaporkan bukan pendamping PKH. “Jadi, hasil temuan sementara, yang dilaporkan itu ternyata seorang ketua kelompok penerima PKH dan bukan seorang pendamping,” kata Toni.

Sebelumya, Khotamin, pengurus ranting PDIP Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, bersama sejumlah warga melapor ke kantor Panwaslu Lamongan atas dugaan adanya oknum pendamping PKH yang melakukan pambagian stiker salah satu paslon pilgub Jatim kepada warga.(*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita Blitar Program Keluarga Harapan (PKH)

Berita Lainnya