Jangan beranggapan hanya baju baru saja yang prospek mendatangkan keuntungan jika dijual. Ternyata, pakaian bekas pakai atau second keuntungannya juga menggiurkan
Hal ini dialami Aditya Sandra (24), pemuda asal Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Bermodal hanya Rp 50 ribu, ia sukses berbisnis pakaian bekas atau secondhand. Saat ini dalam satu bulan, ia bisa mendapatkan untung 7 hingga 8 juta rupiah.
Kepada BLITARTIMES, dia bercerita kalau pada awalnya memiliki hobi memakai pakaian original keluaran brand ternama. Sayangnya, produk brand ternama itu sangat mahal harganya.
Ia pun melirik pakaian secondhand yang harganya lebih miring. Celana Levis, Edwin atau Lee Cooper yang harganya jutaan bisa turun Rp 200 hingga 500 ribu saja. Mulailah ia berburu pakaian secondhand.
“Saya punya banyak koleksi dan ketika ada yang bosan dengan koleksi itu saya jual lewat online. Sekitar tahun 2011, saya iseng aja jual koleksi saya lewat Facebook. Dan ternyata diminati orang,” kata cowok yang akrab disapa Bolot, Selasa (23/1/2018).
Penjualan pertamanya itu ternyata menjadi gerbang kesuksesannya berbisnis pakaian bekas murah secara online.
Usahanya terus berkembang dan kini selain berjualan online melalui Facebook dan Instagram, ia juga membuka distro pakaian bekas di Pasar Kademangan. Distro itu ia namakan Retroo Mini.
Meski pakaian bekas, namun brand yang ia jual bukan brand murahan. Seluruhnya pakaian keluaran brand merek terkenal asal luar negeri seperti Supreme, Uniklo, HNM, Zaramen, Dickies, Stussy.
Sementara untuk celana jeans ada Levis, Necked and Famous, Edwin, Lee Cooper. Pakaian tersebut bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 35 ribu. sedangkan untuk celana mulai Rp 200 hingg Rp 750 ribu.
“Tidak semuanya bekas pakai. Ada beberapa yang barang baru dari pabrik hanya saja barangnya cacat rusak sedikit. Saya selalu menjaga kebersihan dan saya berani menjamin seluruh barang saya bebas bakteri. Seluruh barang yang saya pajang baik di toko maupun medsos sudah dicuci,” terangnya.
Pangsa pasar penjualan baju bekas ini cukup menjanjikan. Pasalnya, banyak orang yang menggandrungi baju luar negeri dengan merek terkenal namun dengan harga miring.
Sejauh ini telah memiliki pelanggan dari Blitar dan luar kota hingga Jakarta dan Bandung. Sementara skala mancanegara, barang dagangannya dikenal hingga Malaysia.
“Yang dari luar kota lihat barangnya lewat Instagram saya @retroo.mini. Pelanggan banyak yang dari Jakarta, Bandung hingga Malaysia. Yang beli memang hobi pakai pakaian keluaran brand ternama. Barang baru datang seringkali cepat terjual dalam hitungan menit bila barangnya bagus, seperti celana jeans Levis,” katanya.(*)
