Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejaksaan Negeri Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejaksaan Negeri Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kejaksaan Negeri Blitar memusnahkan barang bukti tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap dalam menyambut Hari Bakti Adhyaksa tahun 2017, Rabu (19/7/2017).

Berbagai jenis narkotika golongan satu senilai Rp 675 juta,  ribuan butir obat keras berbahaya, ratusan botol miras, senjata api, dan  senjata laras panjang yang disita sebagai barang bukti dimusnahkan di halaman belakang Kejaksaan Negeri Blitar.

Kepala Kejaksaan Negeri Blitar Dade Ruskandar mengatakan pemusnahkan barang bukti itu dilaksanakan berdasarkan 185 putusan Pengadilan Negeri Blitar.

"Semua kita musnahkan agar masyarakat tahu jika barang bukti dari perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap itu tidak kami salahgunakan. Selain itu kalau kelamaan disimpan bisa saja hilang sehingga timbul masalah baru," ungkap Dade Ruskandar.

Ia menerangkan, barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika golongan satu jenis sabu sabu seberat 129.01 gram, narkotika golongan satu jenis daun ganja seberat 125.7 gram, obat keras berbahaya jenis pil dobel L sejumlah 21.279 butir, miras 206 botol, serta dua senjata api dan satu senjata laras panjang.

Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar seluruh jenis narkotika, dan memecahkan botol miras. Sedangkan untuk senpi dan senjata laras panjang dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan alat potong gerinda.

Pemusnahan barang bukti kejahatan itu juga disaksikan Kepala BNN Kabupaten Blitar AKBP Henry Siswanto, Wakapolres Blitar Kompol Yusuf Wahyudiono, Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi, Kasar Narkoba Polres Blitar Kota AKP Didik Suhardi dan kepala lembaga pemasyarakatan kelas II B Blitar Rudi Sardjono. (*)