Aksi peringatan hari anti korupsi di kejaksaan Negeri Blitar dengan sapu lidi (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Aksi peringatan hari anti korupsi di kejaksaan Negeri Blitar dengan sapu lidi (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Ratusan massa yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), melakukan aksi unjukrasa memperingati hari anti korupsi internasional dengan menggunakan sapu lidi dan tempat sampah, Kamis (8/12/2016).

Sapu lidi mereka bawa untuk aksi unjukrasa sebagai simbol bersih-bersih bagi para koruptor. Massa memulai aksi dengan berjalan dari Taman Makam Pahlawan Kota Blitar menuju Kejaksaan Negeri Blitar. Di sana mereka melakukan orasi menuntut penuntasan kasus korupsi di Blitar.

Koordinator aksi, Muhammad Triyanto mengatakan jika seandainya petugas kebersihan, membersihkan lingkungan dari sampah plastik atau dedaunan, maka penegak hukum bertugas membersihkan Blitar dari sampah masyarakat, yakni korupsi dari para koruptornya.

“Sapu lidi ini sebagai simbol sapu bersih kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani oleh Kejari Blitar. Ini adalah sebagai simbol,  agar kejaksaan benar-benar membersihkan koruptor-koruptor yang merongrong uang rakyat demi kepentingan pribadi," tandas Triyanto.

Menurutnya selama ini penanganan kasus korupsi di Blitar terkesan lamban. Baik kasus yang ditangani Polres Blitar Kota, Polres Blitar, maupun Kejaksaan. Diantaranya kasus korupsi Bansos Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, kasus HGU mati perkebunan Kruwuk dan Soso, kasus dugaan korupsi dinas pendidikan Kabupaten Blitar tahun 2012, kasus dana Bansos KPUD Kabupaten Blitar, serta beberapa kasus dugaan korupsi lainnya.

"Semua kasus korupsi harus segera dituntaskan, karena sebagian kasus ada yang terhenti dalam waktu yang cukup lama," imbuhnya.

Dalam aksi ini KRPK juga menuntut untuk mencopot para penegak hukum nakal yang tak konsisten dan tidak punya komitmen pada penegakan supremasi hukum. Serta menuntut agar pihak berwajib menyita harta hasil korupsi untuk pendidikan dan kesehatan gratis dan mengusut tuntas semua dugaan korupsi tanpa pandang bulu. 

Sementara Kepala Seksi (Kasi)  Intelen Kejaksaan Negeri Blitar Safi, mengatakan saat ini pekerjaan rumah kejaksaan hanya menyisakan dua kasus, yaitu kasus perkebunan Kruwuk dan Soso. 

“Dua kasus tersebut tidak ditemukan kerugian negara, namun saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, karena meski tidak ditemukan kerugian negara, namun penggunaan lahan milik negara di perkebunan Soso dan Kruwuk dianggap menyalahi aturan,” paparnya.

Ditambahkannya, untuk kasus lain seperti korupsi Bansos KONI, dan dugaan kasus korupsi KPUD Kabupaten Blitar saat ini sudah ditangani oleh Kejari. Bahkan untuk dugaan kasus korupsi KPUD Kabupaten Blitar kejaksaan akan segera menetapkan satu tersangka. 

"Kita akan segera menetapkan tersangka untuk kasus korupsi KPUD Kabupaten Blitar, tapi memang ada beberapa kendala karena yang bersangkutan selalu mangkir dari panggilan kami,” pungkasnya. (*)