Sebelum Terjaring OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Sudah Diinggatkan Kiai Anwar Zahid soal Bahaya Korupsi
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
22 - Jan - 2026, 06:00
JATIMTIMES - Nama Kiai Anwar Zahid kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya sebuah video ceramah lama yang memperlihatkan dirinya peringatan keras kepada Wali Kota Madiun, Maidi, agar tidak terjerumus dalam praktik korupsi maupun jual beli jabatan. Peringatan itu disampaikan jauh hari sebelum mencuatnya kabar operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Ulama yang akrab disapa Abah Anza tersebut dikenal sebagai dai nasional sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah, Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Dalam ceramahnya, ia secara terbuka mengaku akan merasa malu secara pribadi jika sampai ada kepala daerah yang ia kenal dekat terseret kasus korupsi.
Baca Juga : Cara Mendapatkan Green Card Amerika Serikat seperti Syifa, WNI Asal Tangerang yang Gabung Militer AS
Momen peringatan itu terjadi dalam acara “Pengajian Damai bersama KH Anwar Zahid” yang dirangkai dengan penggantian kiswah Ka’bah Pahlawan Religi Center di kawasan Pahlawan Street Center, Kota Madiun, pada 19 November 2025.
Cuplikan ceramah tersebut kemudian diunggah ulang oleh akun TikTok @bacaini.id dan kembali viral di media sosial.
Dalam video itu, Kiai Anwar Zahid mengawali ceramah dengan membahas perbedaan karakter antara kiai dan politisi, disampaikan dengan gaya satire khasnya.
“Orang yang paham politik itu namanya politisi. Kalau dulu disebut politikus. Tapi karena terlalu banyak yang bener-bener jadi tikus, akhirnya diubah jadi politisi,” ucap Abah Anza, disambut tawa jamaah, dikutip Kamis (22/1/2026).
“Politisi Boleh Salah, Kiai Tidak” lanjutnya.
Abah Anza kemudian menegaskan perbedaan tanggung jawab moral antara pemuka agama dan politisi. “Politisi itu boleh salah tapi nggak boleh kalah. Kalau kiai, boleh kalah tapi nggak boleh salah. Salah sedikit saja remuk,” ujarnya.
Ia juga menyinggung realitas politik yang sering kali menghalalkan segala cara demi kekuasaan. “Politisi harus menang, meskipun curang dan menghabiskan banyak uang,” katanya dengan nada serius.
Meski menyampaikan kritik keras, Kiai Anwar Zahid tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Maidi. Ia menilai Maidi telah berikhtiar menata pemerintahan Kota Madiun dengan sistem yang terbuka dan transparan.
“Jual beli jabatan, nggak ada. Madiun kok. Nggak ada. Transparan, terbuka. Kalau ada jual beli jabatan, KPK wis seliweran nang kene,” kata Anwar Zahid dalam ceramahnya.
Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar Wali Kota tidak tergoda oleh titipan jabatan, siapa pun yang mengusulkan. “Ati-ati Pak Wali Kota. Jangan sampai ada yang nitip-nitip jabatan. Kompeten apa tidak? Kalau tidak kompeten ya jangan diterima,” tegasnya.
Bahkan ia memberi contoh ekstrem untuk menegaskan pesannya. “Meskipun usulan Wakil Wali Kota, SMA nggak lulus kok jadi kepala dinas. Ini kan tugas saya mengingatkan,” ujarnya.
“Saya Bisa Malu Kalau Sampai Ada OTT” lanjutnya.
Baca Juga : Jalur Artikel Ilmiah, Cara Sasing UIN Malang Mengasah Mental Riset Mahasiswa
Pada bagian paling emosional, Abah Anza mengaku memiliki hubungan baik dengan Maidi dan tidak ingin mendengar kabar buruk tentang dirinya. “Saya kenal baik dengan beliau. Sudah pernah tidur dua kali di rumah beliau, makan bareng,” ungkapnya.
Ia menegaskan akan merasa sangat malu jika suatu hari mendengar kabar Wali Kota Madiun terjaring OTT KPK. “Terus ada berita OTT KPK Wali Kota Madiun, yo isin toh saya. Aku wis tau nginep nang omahe ping pindo, mangan bareng. Ojo sampe kena OTT KPK,” ucapnya.
Menurut Kiai Anwar Zahid, apa yang ia sampaikan bukanlah sindiran politik, melainkan tanggung jawab moral sebagai ulama. “Ini kan tugas kita saling mengingatkan,” pungkasnya.
Maidi Akhirnya Terjaring OTT KPK
Namun peringatan itu akhirnya menjadi kenyataan. Pada Januari 2026, Wali Kota Madiun Maidi resmi terjaring OTT KPK. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Maidi bersama sejumlah pihak lain terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan aliran dana proyek serta CSR di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
KPK turut menyita uang tunai ratusan juta rupiah serta sejumlah dokumen penting. Maidi kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan kini berstatus Wali Kota Madiun nonaktif untuk menjalani proses hukum di Gedung Merah Putih KPK.
Viralnya kembali ceramah Kiai Anwar Zahid tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Banyak warganet menilai nasihat Abah Anza sebagai peringatan tulus yang seharusnya menjadi pegangan pejabat publik.
Ceramah itu sekaligus menegaskan peran ulama tidak hanya sebagai pendakwah, tetapi juga penjaga moral kekuasaan, terutama di tengah maraknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah.
