Personel Polri-TNI Disiagakan Jaga Kondusivitas di SMK Turen Dampak Konflik Antar-Yayasan
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
17 - Jan - 2026, 08:04
JATIMTIMES - Sejumlah personel kepolisian dan TNI tampak disiagakan di kawasan SMK Turen, llnJalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Sabtu (17/1/2026). Disiagakannya sejumlah personel Polri-TNI tersebut ditujukan dalam rangka menjaga kondusivitas dampak adanya konflik berkepanjangan yang melibatkan dua yayasan.
Dari pantauan JatimTIMES, puluhan personel Polri-TNI tersebut disiagakan di sejumlah titik. Meski demikian, para personel gabungan tersebut nampak tidak mengintervensi berlebihan mengingat konflik antar-kedua yayasan tersebut berdampak di lingkungan sekolah.
Baca Juga : Kayutangan hingga Kawasan Hotel Masuk Radar Operasional Becak Wisata Listrik di Malang
Pengamanan terpantau hanya dilakukan mulai dari kawasan depan sekolah hingga pada halaman SMK Turen. Pada saat yang bersamaan juga sedang berlangsung dua agenda.
Di Kantor Kecamatan Turen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. Rakor yang berlangsung di Kantor Kecamatan Turen pada Sabtu (17/1/2026) pagi tersebut membahas pengamanan siswa SMP dan SMK Turen.
Pada saat yang bersamaan, di SMK Turen juga berlangsung agenda doa bersama sekaligus sosialisasi mengenai kondisi sekolah yang kini sedang ramai menjadi pembahasan publik. Rangkaian agenda tersebut masih berlangsung hingga Sabtu (17/1/2026) sore.
"Polsek sama koramil (Turen, red) sudah melaksanakan pengamanan di lokasi," ujar Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi saat ditemui usai menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Malang HM. Sanusi.
Sebagaimana diberitakan, rapat koordinasi yang diinisiasi Pemkab Malang tersebut ditujukan untuk menyelesaikan polemik kedua yayasan yang berdampak pada SMK Turen. Sejak 8 Januari 2026 lalu seluruh pelajar diketahui terpaksa melaksanakan pembelajaran secara daring.
Keputusan pembelajaran daring tersebut dikarenakan para siswa merasa terganggu dengan adanya sejumlah orang tidak dikenal di luar sistem pendidikan yang menduduki salah satu ruangan sekolah. Selain konflik antar-dua yayasan yang bermuara pada laporan kepolisian, polemik tersebut juga turut ramai diperbincangkan publik belakangan ini.
Baca Juga : Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Ternyata Disewa Kementerian Ini
Kedua pihak yang edang berkonflik tersebut ialah Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dengan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT). Kedua pihak itulah yang nantinya akan turut dimediasi pada pertemuan lanjutan oleh DPRD Kabupaten Malang pada Senin (19/1/2026), usai berlangsungnya rapat koordinasi pada hari ini, Sabtu (17/1/2026).
"Makanya Pak Bupati hari ini mimpin rapat karena kepentingan anak ini yang urgent, harus diprioritaskan," tegas Taat.
Sementara terkait proses hukum yang melibatkan dua yayasan tersebut, Taat memastikan tetap berjalan sesuai koridor dan prosedur yang berlaku. "Tetapi jangan sampai kemudian ada tindakan-tindakan yang sifatnya mengganggu kepentingan anak dalam mendapatkan pendidikan," ujarnya.
Perwira menengah Polri dengan pangkat dua melati ini menyebut, pengamanan lanjutan sembari jalannya proses hukum tersebut nantinya akan turut dibahas pada agenda lanjutan oleh DPRD Kabupaten Malang. "Terkait itu (pengamanan, red) menjadi salah satu yang nanti akan dibicarakan pada hari Senin (19/1/2026)," pungkasnya.
