Pentingnya Bebas Mata SePeLe, Jadikan Hari Semakin Produktif dan Berkualitas
Reporter
Pipit Anggraeni
Editor
Redaksi
13 - Jan - 2026, 04:45
JATIMTIMES – Mata Sepet, Perih, Lelah (SePeLe) hampir dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Baik pelajar, mahasiswa, ataupun pekerja mengaku merasakan mata lelah dan perih di sela aktivitas padat mereka. Sebagian merespons kondisi itu dengan mengucek mata untuk merangsang air mata.
Mengucek mata menurut pendapat para ahli hanya boleh dilakukan sesekali. Karena jika teralu sering dilakukan akan sangat berbahaya, seperti menyebabkan iritasi kornea hingga kerusakan saraf mata. Ahli mata pun menyarankan untuk menghindari kebiasaan mengucek mata dengan pemberian artificial tears atau air mata tiruan, kompres dingin, hingga metode 20-20-20.
Baca Juga : Kronologi Lengkap Demo Besar di Iran: Tewaskan 646 Orang
Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics melalui keterangan tertulis yang diterima Jatimtimes.com mengungkapkan, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah dan mereka tidak sadar bahwa mereka terkena mata kering. Padahal gejala awal seperti mata terasa sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama. Sehingga dia menyarankan untuk datang berkonsultasi dengan dokter spesialis mata sebagai langkah pencegahan. Hal ini dimaksudkan agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap derajat, penyebab, dan tatalaksana mata kering apa yang sesuai.
“Mata kering itu jenis dan derajatnya berbeda-beda, oleh karena itu tatalaksananya juga taylormade, bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Untuk tatalaksana mata kering sendiri beragam, bisa dari kompres hangat, lid hygiene, latihan berkedip, dan juga pemberian vitamin penunjang seperti omega-3, hingga pemberian artificial tears sebagai pengganti air mata,” ungkapnya.
Artificial Tears dan Obat Tetes Mata
Berbicara tentang artificial tears, kalian harus tahu jika artificial tears dan obat tetes mata memiliki perbedaan mendasar. Artificial tears sendiri merupakan salah satu jenis obat dari obat tetes mata, dan tidak semua obat tetes mata adalah artificial tears. Sehingga saat memilih produk tetes mata, maka kandungan yang ada di dalamnya harus benar-benar diperhatikan.
Artificial tears sendiri dirancang khusus meniru air mata alami yang berfungsi memberikan kelembaban dan melumasi mata kering. Kandungan aktif seperti Hypromellose (HPMC) & Carmellose ini disebut sebagai air mata buatan (artificial tears) yang bisa membantu mengatasi gejala Mata Sepet, Perih, Lelah (SePeLe).
Kandungan bahan aktif dalam mengatasi masalah Mata Sepet, Perih, Lelah (SePeLe) ini dapat ditemui di INSTO dengan varian INSTO Dry Eyes yang diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC). Kandungan ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophtalmology (ICO) ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai guideline terapi untuk mengatasi gejala mata kering, karena dapat bekerja sebagai pelumas yang menyerupai air mata dan meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata. INSTO Dry Eyes tersedia dalam kemasan 7,5 ml untuk pengaplikasian yang praktis, sekaligus mudah dibawa.
Manfaat dari penggunaan INSTO Dry Eyes sendiri memang sudah tidak asing bagi beberapa orang. Salah satu pengalaman dirasakan Sultan Zada Firmansyah, pelajar sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Pelajar kelas IX ini mengaku sudah lima tahun mengguakan tetes mata INSTO varian Dry Eyes. Aktivitas padat di dalam dan luar ruangan menjadi salah satu alasan ia memilih Insto untuk menemani aktivitasnya sehari-hari. Terlebih di saat cuaca Kota Malang sedang panas dan terik.
Sebagai pelajar, Sultan memang banyak menghabiskan waktunya di dalam ruangan kelas ber-AC. Saat jam istirahat pun, ia tak pelak bermain di lapangan dan bergaul dengan terik matahari serta debu. Saat mata terasa lelah, Sultan meneteskan cairan obat pada bagian matanya sesuai dengan anjuran dan dosis.
“Dari dulu memang sudah cocok, karena lebih ringan dan enak,” ucapnya pada Jatimtimes.com.
Kemasannya yang kecil dan mudah dibawa ke mana-mana juga menjadi salah satu alasan ia memilih Insto Dry Eyes. Ketika kondisi mata mulai lelah dan kering, Sultan bisa langsung menggunakan obat tetes mata tersebut. Sehingga aktivitas belajarnya pun tak terganggu dan tetap berkualitas. Di luar jam sekolah, Sultan juga semakin produktif melakukan kegiatan hobby seperti bermain basket hingga video games.
Zaki Firmansyah, orang tua Sultan menyampaikan jika penggunaan obat tetes mata pada aktivitas sehari-hari anaknya masih tetap ia pantau. Terlebih sang anak memang sudah menggunakan obat tetes mata Insto sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Karena sesuai dengan anjuran dokter, penggunaan obat tetes mata memang diperbolehkan namun harus sesuai dengan dosis dan tidak berlebihan.
“Pasti pemakainnya saat benar-benar dibutuhkan. Saya bolehkan karena Insto sendiri memang obat tetes mata merk lama yang ringan untuk mata,” jelasnya.
Baca Juga : BTN dan KPR Gen Z : Ketika Digitalisasi Jadi Alat Inklusi Hunian
Sementara itu, Meriyani, H., Ciptawati, N.W dan Udayani N.Y.W dalam Jurnal Ilmiah Medicemento (2020) menyebut bahwa obat tetes mata memiliki manfaat melumasi serta menyejukkan mata kering. Terutama yang disebabkan kekurangan sekresi air mata atau teriritasi karena kondisi lingkungan, ketidaknyamanan karena menggunakan hard contact lens, dan gangguan lainnya sesuai dengan indikasi. Penggunaan obat tetes mata pun harus sesuai kebutuhan dan sesuai dosis yang tertera.
Gejala Mata Kering yang Sering Disepelekan
INSTO, merek tetes mata dari Combiphar merilis survei yang menyebut jika 4 dari 10 orang mengalami mata kering, namun separuhnya tidak menyadari kondisinya. Dari hasil survei tersebut juga menyebutkan jika orang yang tidak sadar mengalami mata kering telah menggunakan jenis tetes mata yang salah yaitu tetes mata yang digunakan untuk iritasi mata merah. Bahkan sebagian lagi memilih membiarkan kondisi terebu yang sangat bisa memperburuk kondisi mata kering.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan INSTO melalui produk INSTO Dry Eyes meluncurkan kampanye "Bebas Mata SePeLe" untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) yang merupakan gejala mata kering.
Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan, sebagai pemimpin pasar kategori tetes mata yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun di Indonesia, INSTO memiliki komitmen besar terhadap kesehatan mata masyarakat Indonesia. Sehingga upaya mengedukasi masyarakt terus dimasifkan.
“Rendahnya kesadaran masyarakat tentang mata kering mendorong kami meluncurkan kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’ untuk meningkatkan kesadaran akan gejala mata kering dan pentingnya penanganan mata kering sejak dini,” ungkap Weitarsa.
Farah Feddia, GM Eye Care Combiphar menambahkan, keseriusan INSTO dalam memahami literasi masyarakat terhadap mata kering berusaha diwujudkan melalui berbagai riset dan survei yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu temuan itu menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami mata kering, namun separuhnya tidak menyadari kondisinya. Fakta ini menegaskan pentingnya upaya edukasi yang lebih luas.
“Karena itu, melalui kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’, INSTO melalui INSTO Dry Eyes hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan, agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kesehatan mata dan tetap produktif,” terang Farah.
Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan kondisi mata kering dapat berpotensi membuat kondisi mata kering yang tidak tertangani menjadi lebih berat tingkatannya. Hal ini kian mengkhawatirkan, karena masyarakat kerap abai ketika gejala mata kering seperti mata sepet, perih dan lelah muncul.
Kampanye “Bebas Mata SePeLe” telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan digelar di berbagai kota, mulai Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Memperluas manfaat edukasi kampanye “Bebas Mata Sepele” di Gandaria City, Jakarta pada 7–9 November 2025 lalu. Ajang ini menawarkan pemeriksaan mata kering secara gratis, zona edukasi interaktif yang menyajikan informasi lengkap tentang gejala mata kering, serta aktivitas hiburan seputar mata kering lainnya.
“Kami di Combiphar, melalui brand INSTO, memiliki keyakinan penuh bahwa menjaga kualitas kesehatan mata merupakan gerbang utama menuju masyarakat yang lebih produktif, aktif, dan bahagia. Selaras dengan komitmen kami ‘Championing a Healthy Tomorrow’, kampanye INSTO ‘Bebas Mata SePeLe’ menjadi manifestasi dari upaya kami untuk terus menghadirkan inisiatif dan inovasi yang relevan dalam mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat,” tutup Weitarsa.
