Jejak Zulkifli Hasan Saat Jadi Menteri Kehutanan Era SBY, Pernah Ditegur Harrison Ford
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
29 - Nov - 2025, 05:24
JATIMTIMES - Nama Zulkifli Hasan (Zulhas) ramai dikaitkan dengan bencana banjir yang menimpa Aceh, Sumatera Barat hingga Sumatera Utara. Zulhas yang kini menjabat sebagai Menko Pangan itu dituding merusak hutan di Sumatera, lantaran izin-izin yang dikeluarkan saat dirinya masih menjabat Menteri Kehutanan era SBY.
Diketahui, Ketua PAN tersebut dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menjadi Menteri Kehutanan (Menhut) sejak 22 Oktober 2009 hingga 1 Oktober 2014, menggantikan Malem Sambat Kaban.
Baca Juga : Profil Aktor Gary Iskak yang Meninggal Dunia Karena Kecelekaan
Momen ketika Zulkifli menjadi Menhut itu kini kembali menjadi pembicaraan. Gara-garanya, ia diwawancarai oleh aktor Hollywood Harrison Ford terkait kondisi hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.
Ford kala itu tengah melakukan syuting film dokumenter Years of Living Dangerously dan menyaksikan langsung kerusakan hutan dari udara.
Video wawancara Ford dan Zulkifli kembali viral, setelah Zulkifli dikaitkan dengan banjir Aceh, Sumbar dan Sumut. Rekamannya tersebar di media sosial, salah satunya Instagram.
Dalam dokumenter tersebut, Ford terlihat kesal setelah mengetahui kondisi Tesso Nilo yang rusak parah karena penambangan liar. Ia kemudian mendatangi Zulkifli dan mengajukan banyak pertanyaan soal kebijakan kehutanan pemerintah Indonesia.
Ford memulai pembicaraan dengan penjelasan bahwa 80 persen hutan rusak dalam 15 tahun terakhir karena eksploitasi serta adanya kaitan antara bisnis dan politik.
"Itu mungkin saja benar. Tapi Anda tahu kita baru berdemokrasi tetapi kita yakin kita akan mencapai titik seimbang dalam jangka panjang," ujar Zulkifli dalam wawancara itu.
Lantas Ford menyinggung kunjungannya ke Tesso Nilo. Zulkifli sempat menanggapinya dengan tawa. "Itu tidak lucu," sahut Ford yang langsung mengubah mimik Zulhas.
Aktor pemeran Indiana Jones itu kemudian melanjutkan kritiknya.
"Hanya 18 persen hutan yang masih tersisa. Kami melihatnya, hutan yang terbakar, jalur ilegal logging, pohon yang tumbang, sungguh menghancurkan serta menyayat hati," kata Ford.
Zulkifli menjawab bahwa ia juga kaget saat pertama kali datang ke Tesso Nilo dan menyebut pemerintah terus berusaha mengatasi persoalan tersebut.
Baca Juga : BPOM Sebut Baru Empat Merek AMDK yang Lolos Proses Verivikasi Sumber Air Pegunungan
Ford kembali menimpali bahwa kerusakan itu bukan hal baru dan pemerintah seharusnya punya waktu untuk bertindak. Zulkifli lalu menyinggung soal demokrasi yang sedang tumbuh sehingga semua orang bebas melakukan apa saja, dan pemerintah sedang berupaya memperbaiki kondisi hutan.
Ford tampak makin tak sabar. Ia mengakhiri pembicaraan dengan satu pertanyaan, "Oke, jadi Anda siap-siap kalah dalam pertarungan?"
"Ya," jawab Zulkifli singkat. Ford kemudian membereskan berkasnya dan pergi meninggalkan ruangan.
Berdasarkan catatan Greenomics, di masa Zulkifli menjabat Menhut, izin pelepasan kawasan hutan yang diterbitkan mencapai 1,64 juta hektare. Angka itu lebih besar dibandingkan era BJ Habibie (763.041 ha), Abdurrahman Wahid (164.147 ha), maupun Megawati Soekarnoputri (3.702 ha). Di pemerintahan Jokowi periode 2014–2020, luas pelepasan kawasan hutan tercatat 619.357 hektare.
Jumlah tersebut di era SBY hanya kalah dari masa pemerintahan Soeharto, ketika pelepasan kawasan hutan mencapai 3.468.801 hektare dalam kurun 1984–1998.
Izin pelepasan kawasan hutan memungkinkan perubahan peruntukan dari hutan produksi menjadi wilayah non-hutan seperti perkebunan sawit.
Selain itu, pemerintah juga menerbitkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk keperluan tambang maupun non-tambang, seperti jalan umum, jalan tol, jaringan telekomunikasi, listrik, migas hingga panas bumi. Penerbitan IPPKH mencapai puncaknya pada dua periode pemerintahan SBY, dengan total 322.169 hektare, terbesar dalam sejarah kepresidenan Indonesia.
