Ajang Kovablik 2025, Pemkot Batu Pamerkan Dua Inovasi Unggulan Pertanian dan Layanan Publik

29 - Nov - 2025, 04:18

Jajaran Pemkot Batu memaparkan inovasi layanan dan pertanian untuk ajang Kovablik 2025 belum lama ini. (Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)

JATIMTIMES - Kota Batu mampu berbicara banyak di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) tahun 2025. Dua inovasi unggulan dipaparkan, di antaranya dalam hal transformasi layanan dan pertanian cerdas.

Wali Kota Nurochman yang mewakili langsung Pemkot Batu menyuguhkan inovasi Among Tani Crop AI (ATC AI) dan Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB).

Baca Juga : Jadwal Indonesia vs Filipina di SEA Games 2025  

 

"Inovasi tersebut sebagai upaya memperkuat layanan publik berbasis digital dan mendorong transformasi pertanian di Kota Batu," ujar Nurochman.

Kedua inovasi tersebut disampaikan langsung oleh wali kota secara daring, di Balai Kota Among Tani, belum lama ini. Nurochman menjelaskan bahwa Among Tani Crop AI hadir sebagai inovasi pendampingan pertanian berbasis kecerdasan buatan yang membantu petani mengidentifikasi serangan hama, memprediksi potensi penyakit, serta memantau organisme pengganggu tanaman secara presisi.

"Ini kami aktifkan kembali agar pertanian Kota Batu semakin cerdas, modern, dan berkelanjutan"  ujarnya.

Sementara itu, lanjut Nurochman, Among Tani Crop AI telah diperkenalkan sejak tahun 2018, namun baru dapat dimaksimalkan kembali setelah dilakukan penyelarasan dengan visi-misi smart and integrated farming serta adanya regenerasi petani muda. 

"Saat ini, ATC AI telah mencatat 5.186 kunjungan dan menangani total lahan seluas 121,91 hektare," ungkapnya 

Baca Juga : Sambut Lonjakan Wisatawan Akhir Tahun, Disporapar Kota Malang Perkuat Pelayanan hingga Akses Transportasi 

 

Di sisi lain inovasi Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB) dipaparkan sebagai layanan perpajakan terintegrasi yang mampu menekan antrean pelayanan tatap muka. Keunikan E-PBB menjadi daya tarik utama, terutama karena aplikasi ini terintegrasi dengan Google Maps, memungkinkan wajib pajak melihat lokasi objek pajak secara akurat hanya dengan memasukkan nomor SPPT.

Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Batu menurunkan NJOP sebesar 30% untuk menjaga stabilitas beban pajak masyarakat. Kebijakan ini turut berdampak positif pada peningkatan pendapatan PBB yang menunjukkan tren naik dari Rp 17,4 miliar (2022) menjadi Rp 25,62 miliar (2024).

"Melalui inovasi Among Tani Crop AI dan E-PBB, Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi layanan publik, meningkatkan kapasitas petani melalui teknologi, serta mewujudkan sistem pemerintahan yang transparan, responsif, dan akuntabel," imbuh dia.