Disparta Kota Batu Targetkan 1,1 Juta Kunjungan Wisatawan saat Nataru

29 - Nov - 2025, 02:28

Ilustrasi kunjungan wisatawan di Kota Batu ditargetkan mencapai 1,1 juta kunjungan saat momen Nataru meski ada tren penurunan sejak setahun terakhir.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Angka kunjungan wisatawan di Kota Batu saat momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diyakini bakal tinggi. Meskipun sepanjang tahun ini angka kunjungan secara umum menunjukkan tren penurunan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menargetkan hingga 1,1 juta kunjungan selama musim libur akhir tahun tersebut. 

Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menilai, angka tersebut masih cukup raisonal. Dengan estimasi angka kunjungan per hari mencapai 40-70 ribu kunjungan wisata. Angka itu lebih tinggi dari hasil perhitungan kunjungan wisata selama bulan Desember tahun lalu yang hanya tercatat sebanyak 1 juta kunjungan wisatawan. 

Baca Juga : Daftar Kereta Diskon Tiket 30 Persen untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026

Dikatakannya, beberapa objek wisata baru yang hadir di Kota Batu disebut bakal mendongkrak angka kunjungan saat momen Nataru. Seperti mulai beroperasinya wisata baru di Desa Tulungrejo, Kecamtan Bumiaji.

"Selain itu, objek wisata legendaris juga menambah beberapa wahana baru yang bisa menarik kunjungan wisata," terang Onny saat ditemui, belum lama ini.

Meski demikian, Onny tak menampik adanya kekhawatiran mengenai fluktuasi angka kunjungan wisata saat momen Nataru tahun ini. Apalagi, tren liburan long weekend sudah mengalami penurunan signifikan.

Pihaknya menduga, salah satu faktor merosotnya angka kunjungan wisata karena imbas dari kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Secara tidak langsung, itu membuat daya beli masyarakat melemah.

"Maka saat ini semakin jarang orang pergi berwisata, termasuk di momen high season," tutur mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika itu.

Hal tersebut berdampak pada angka kunjungan tidak mengalami kenaikan meski libur panjang. Sebab, wisatawan cenderung memilih berwisata di dekat tempat asalnya karena mempertimbangkan budget yang ditetapkan. Sedangkan mayoritas penyumbang angka kunjungan wisata berasal dari masyarakat luar daerah.

"Alasan lainnya juga maraknya sejumlah objek wisata yang tidak rutin melapor,"tegasnya.

Selama ini, grafik kunjungan wisata tidak bisa dipantau secara real time. Untuk itu, dirinya akan meluncurkan inovasi perhitungan angka kunjungan dengan sistem online. Yakni melakui mobile data positioning (MDP).

Baca Juga : BPKAD Tulungagung Gandeng Advokad Kompeten, Gelar Sosialisasi Upaya Komprehensif Rekonstruksi Pengelolaan Keuangan

Onny berujar, pendeteksian lewat gadget wisatawan bisa lebih akurat. Sebab, sistem secara otomatis mendeteksi wisatawan yang masuk ke Kota Batu sekaligus asal daerahnya. Melalui skema itu, sistem juga secara otomatis mengkurasi warga lokal yang tak terhitung sebagai wisatawan. 

"Di samping itu, kami tetap meminta laporan kunjungan wisata dari objek wisata," katanya.

Dengan dua skema penghitungan sekaligus, angka pelaporan bisa terhitung secara cepat, akurat dan dapat melakukan evaluasi apabila ditemukan perselisihan. Penghitungan MDP itu akan diuji coba bulan ini juga, agar saat Nataru bisa beroperasi secara maksimal.

Onny juga menyampaikan, akan melakukan monitoring di seluruh destinasi wisata di Kota Batu. Khususnya bagi objek daya tarik wisata (ODTW) buatan maupun alam. "Dari segi wahana juga harus dicek kualitasnya, karena beberapa waktu terakhir musim hujan. Kalau ada temuan masalah, bisa dilakukan rekomendasi perbaikan," imbuh Onny.

Untuk di objek wisata alam, dirinya fokus pada keamanan dan keselamatan pengunjung. Misalnya ketersediaan rambu jalur evakuasi, titik kumpul, hingga kualitas alat pengaman dalam wahana alam yang dinilai ekstrem.

"Seluruh proses itu akan ditangani mulai awal bulan Desember," tutupnya.