UKW PWI Malang Raya Resmi Dibuka, Wahyu Hidayat Apresiasi Profesionalisme Wartawan
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
28 - Nov - 2025, 05:57
JATIMTIMES - Gelaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Malang Raya angkatan ke-59 berlangsung hangat dan penuh energi baru. Bertempat di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang, Jumat (28/11), sebanyak 36 wartawan dari berbagai daerah resmi memulai proses pengujian.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berkesempatan untuk membuka gelaran UKW angkatan ke 59. Di hadapan peserta, Wahyu menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme wartawan menjadi salah satu penopang terciptanya suasana kondusif di Kota Malang.
Baca Juga : Kota Malang Kejar Piala Adipura 2025, DLH Kebut Pembenahan Titik Rawan Sampah
Apalagi, lebih dari 50 persen jurnalis di wilayah ini telah mengantongi sertifikat kompetensi. “Ini yang patut diacungi jempol. Dengan jumlah tersebut, saya optimis iklim Kota Malang akan semakin kondusif,” tutur Wahyu.
Wahyu menyebut kontribusi media dalam menjaga ruang publik tetap sehat merupakan bagian penting dari kerja kolaboratif Pentahelix. Namun ia tak menampik bahwa derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri.
“Medsos kini membanjiri ruang publik. Maka perlu peran penting wartawan agar berita simpang siur dapat diluruskan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim membeberkan capaian besar organisasi profesi tersebut. Hingga kini, lebih dari 1.700 wartawan di Jawa Timur telah dinyatakan kompeten. Menariknya, separuh di antaranya adalah kontribusi PWI Malang Raya.
“Dari 1.700 itu, separuh lebih disumbang oleh PWI Malang Raya,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan tantangan besar lain. Di mana dari sekitar 200 ribu wartawan di Indonesia, baru 30 ribu yang memiliki sertifikasi. “Perkiraan saya, butuh waktu 30 tahun lagi agar seluruh wartawan di Indonesia kompeten semua,” ungkapnya.
Baca Juga : Euforia Transjatim Meledak, Dishub Kota Malang Percepat Penyesuaian Rute Feeder
Karena itu, ia meminta peserta UKW kali ini benar-benar memanfaatkan kesempatan emas tersebut dan berjuang untuk lulus 100 persen. Hal tersebut senada dengan Ketua PWI Malang Raya Ir. Cahyono yang turut menegaskan komitmen organisasinya dalam mencetak wartawan berkompeten.
UKW ke-59 ini digelar dalam enam kelas, mulai jenjang Muda, Madya, hingga Utama. Penyelenggaraan UKW bahkan sempat tertunda akibat dualisme kepengurusan di tubuh PWI Pusat.
“Tapi berkat peran Ketua PWI Jatim, konflik itu segera terselesaikan,” kata Cahyono.
Ia menambahkan, PWI Malang Raya selalu menggratiskan UKW sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas jurnalis. Tak heran, animonya sangat tinggi hingga peserta pun datang dari Bontang, Kalimantan.
