Banjir Lumpuhkan Aceh, Status Darurat Berlaku hingga 11 Desember

Reporter

Binti Nikmatur

28 - Nov - 2025, 02:12

Kondisi salah satu jembatan di Aceh. (Foto: X)

JATIMTIMES – Sejumlah wilayah di Aceh tengah dikepung banjir besar setelah hujan deras mengguyur dan air sungai meluap. Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Aceh Utara yang nyaris lumpuh total. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke puluhan titik aman.

“Data sementara ada 35 titik pengungsian dan hampir seluruh Kabupaten Aceh Utara lumpuh total akibat bencana banjir,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, dalam keterangan di Banda Aceh, dikutip Jumat (28/11). 

Baca Juga : Zulkifli Hasan Disebut Jadi Penyebab Banjir di Aceh, Sumut hingga Sumbar, Benarkah?

Muntasir menjelaskan, bencana hidrometeorologi ini dipicu curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai besar. Mulai dari Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo, Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, hingga Krueng Nisam.

Ia menyebutkan, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil telah menginstruksikan BPBD untuk memperkuat evakuasi di lokasi-lokasi yang masih terendam. Sebab, personel dan peralatan SAR yang tersedia saat ini masih sangat terbatas.

Puluhan rumah di Aceh terendam banjir. (Foto: Antara)

Puluhan rumah di Aceh terendam banjir. (Foto: Antara)

Kepala OPD juga diminta tetap siaga untuk memperlancar koordinasi terkait banjir yang terus meluas akibat intensitas hujan tinggi serta tanggul sungai di sejumlah titik yang jebol.

Layanan kesehatan juga menjadi fokus penting. Muntasir mengatakan Bupati memerintahkan Kepala Puskesmas memastikan tenaga medis tetap siaga, memberikan pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Untuk percepatan penanganan banjir, Dinas PUPR diminta menggerakkan alat berat guna melakukan normalisasi titik-titik yang tersumbat sehingga genangan bisa segera surut.

Sementara itu, para camat diminta siaga di wilayah masing-masing guna mengumpulkan data lapangan dan segera melapor kepada pimpinan. Kepala Dinas Sosial juga diminta menyalurkan bantuan masa panik ke seluruh lokasi pengungsian.

Baca Juga : Khutbah Jumat 28 November 2025: Bencana Alam Harusnya Jadi Peringatan

Ia turut mengimbau warga, khususnya yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar meningkatkan kewaspadaan karena debit air masih naik akibat hujan tak kunjung reda dan kondisi sungai yang dangkal.

Banjir tak hanya menenggelamkan Aceh Utara. Berdasarkan data BPBA, 16 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dan longsor. Total 119.988 jiwa dari 33.817 KK tercatat terdampak, dengan 20.759 jiwa di antaranya sudah mengungsi. Sedikitnya tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.

Kerusakan pun meluas ke sejumlah badan jalan dan jembatan, menyebabkan akses darat terputus. Evakuasi dan distribusi bantuan ke wilayah terisolasi menjadi semakin terhambat.

Melihat situasi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi terhitung mulai hari ini, Jumat, 28 November hingga 11 Desember 2025.