Zulkifli Hasan Disebut Jadi Penyebab Banjir di Aceh, Sumut hingga Sumbar, Benarkah?

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

28 - Nov - 2025, 12:24

Kondisi jembatan di wilayah Aceh yang terdampak banjir. (Foto: X @zoelfick)

JATIMTIMES - Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Dampaknya belasan korban jiwa meninggal dunia hingga akses jalan dan komunikasi terputus. Pemerintah Aceh pun menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Namun di media sosial, bencana banjir ini justru dikaitkan dengan sosok Zulkifli Hasan, yang saat ini menjabat Menko Pangan. Tuduhan tersebut banyak muncul dari unggahan di media sosial.

Baca Juga : Khutbah Jumat 28 November 2025: Bencana Alam Harusnya Jadi Peringatan

Salah satu kritik yang viral datang dari akun Instagram Balqis Humaira. “Lo tau nggak, Zul? Iya, Zulkifli Hasan. Gue ngomong langsung sebut nama aja karena udah terlalu lama rakyat dicekik sambil disuruh pura-pura buta... banjir yang merendam kampung lo, longsor yang ngubur rumah orang… itu dampak dari kebijakan pejabat atas nama izin, regulasi, dan surat keputusan.” jelasnya. 

Unggahan itu tampaknya menuding kerusakan hutan di Sumatera merupakan buah dari izin-izin yang dikeluarkan saat Zulhas masih menjabat Menteri Kehutanan beberapa tahun lalu.

Tampak puluhan rumah terendam banjir. (Foto: Antara)

Tampak puluhan rumah terendam banjir. (Foto: Antara)

Nama Zulhas bukan pertama kali dikaitkan dengan isu deforestasi. Masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan tahun 2009–2014 memang kerap disorot oleh aktivis lingkungan. Salah satu yang paling jadi sorotan adalah kasus Taman Nasional Tesso Nilo di Riau yang disebut berubah menjadi perkebunan sawit ilegal secara masif.

Dalam unggahan yang sama, Balqis juga menyinggung soal rusaknya kawasan konservasi tersebut. “Dulu hutannya sekitar 83 ribu hektare. Hari ini yang tersisa cuma bayangan masa lalu. Sawit ilegal masuk dari segala arah. Perambahan merajalela.” katanya. 

Menurutnya, hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem membuat banjir dan longsor makin sering terjadi.

Tak hanya itu, warganet juga kembali mengunggah potongan video dokumenter tahun 2013 yang memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulhas soal kerusakan hutan di Indonesia.

Tangkapan layar video dokumenter tahun 2013 yang memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulhas soal kerusakan hutan di Indonesia. (Foto: Instagram)

Tangkapan layar video dokumenter tahun 2013 yang memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulhas soal kerusakan hutan di Indonesia. (Foto: Instagram)

Baca Juga : Pelayan Air Bersih 4.000 Warga Masih Terganggu Pasca Banjir Bandang Sumber Darmi, Revitalisasi Dikebut

Saat itu Ford secara terang-terangan menegur pemerintah Indonesia karena tak mampu mengendalikan deforestasi, terutama di Tesso Nilo. Video tersebut kini kembali beredar di tengah bencana banjir yang terjadi.

Seperti diunggah akun @voxnetizens, disebutkan bencana yang menimpa warga Sumatera ini karena ada kebijakan manusia yang dianggap ikut punya andil dalam kerusakan lingkungan.

“Ini bencana dari kebijakan manusia, bukan marahnya bumi. Yang bikin gemuk rekening perusahaan sawit itu manusia. Yang ngelegalin pembukaan kawasan itu manusia.” demikian unggahan akun tersebut.