Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran, Pertanda Apa?

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

20 - Jun - 2025, 02:48

Bendera merah yang dikibarkan Iran. (Foto: Getty Images)

JATIMTIMES - Iran mengibarkan bendera merah di atas Masjid Jamkaran, Qom, setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel. Langkah ini sontak menarik perhatian dunia, karena bendera merah adalah salah satu simbol penting dalam tradisi Syiah.

Dilansir Kashmir Observer, pengibaran dilakukan sejak 13 Juni 2025, tak lama setelah jet tempur Israel menyerang sejumlah target militer dan nuklir Iran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk komandan militer senior, ilmuwan, serta warga sipil yang mencakup perempuan dan anak-anak.

Baca Juga : Inovasi Tim Kedokteran UM, Ekstrak Mawar dan Probiotik untuk Cegah Penyakit Jantung

Langkah Iran ini memicu gelombang demonstrasi di berbagai wilayah, termasuk di depan Masjid Jamkaran. Ratusan warga turun ke jalan sambil meneriakkan slogan anti-Israel dan menuntut balasan setimpal.

Menurut laporan Sbsiali, bendera merah di Iran memiliki makna historis. Simbol ini merujuk pada tragedi Karbala, di mana cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Hussein, terbunuh secara brutal. Dalam konteks ini, bendera merah melambangkan tekad untuk menuntut keadilan atas darah yang ditumpahkan secara tidak adil.

Frasa yang tercantum di bendera ini juga penuh makna, "Wahai penuntut darah Hussein." Sejak dahulu, bendera ini dikibarkan di rumah-rumah orang yang bersumpah akan membalas dendam dan tidak akan diturunkan hingga balasan itu dilakukan.

Situs Kashmir Observer menyebut pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran kali ini merupakan seruan terbuka untuk balas dendam atas agresi Israel. 

Mengutip akun TikTok @andreayudias, Masjid Jamkaran sendiri berada di Qom, kota suci Syiah yang terletak sekitar 140 kilometer selatan Teheran, dan diyakini memiliki keterkaitan spiritual dengan Imam Mahdi.

Andrea juga mengatakan konflik antara Israel dan Iran memuncak sejak 12 Juni 2025. Dalam unggahannya, ia menyebut serangan udara dan siber besar-besaran dilakukan lebih dulu oleh Israel. Iran kemudian membalas, dan sejak itu kedua negara saling melancarkan serangan.

“Gue bacanya ngeri banget,” tulis akun tersebut, merespons pengibaran bendera merah.

"Jadi guys pengibaran bendera merah di Iran itu sangat sakral dan bukan tindakan sembarangan, terutama buat kaum Syiah," tambahnya. 

Andrea menyebutkan bendera merah di Iran ini artinya adalah sumpah balas dendam. "Kalau dalam konteks saat ini artinya mereka bersumpah akan balas dendam terhadap agresi militer Israel," katanya. 

"Dan ngerinya ini bukan cuma sekedar simbol, beneran sumpah yang bakal mereka lakukan terus sampai tujuannya tercapai dan bendera merah ini juga nggak akan diturunkan, karena darah harus dibalas dengan darah," imbuhnya. 

Baca Juga : Dakwah Tanpa Pedang: Strategi Maulana Malik Ibrahim Membangun Islam Jawa

"Dan buat kaum Syiah ini bukan cuma sekedar kemanusiaan, tapi soal agama dan keimanan mereka, makanya dunia kaget banget pas tahu kalau Iran udah ngibarin bendera ini. Mengerikan. Apalagi kita yang sekarang hidup di zaman ini yang mendekati akhir zaman," tambah Andrea. 

Pengibaran bendera merah oleh Iran bukanlah yang pertama. Pada awal 2020, simbol serupa juga dikibarkan setelah Jenderal Qassem Soleimani tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Baghdad. Saat itu, Iran menanggapinya dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak.

Menurut laporan Kashmir Observer, kali ini Iran menyatakan balasan akan berbeda dan “lebih besar”. Hal ini diamini oleh pernyataan resmi dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei.

“Rezim Zionis pada dini hari ini membuka tangannya yang jahat dan berlumuran darah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta,” kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran. 

“Dengan kejahatan ini, rezim Zionis telah menetapkan dirinya untuk nasib yang pahit dan menyakitkan, dan pasti akan menerimanya,” tambahnya.

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, juga memberikan pernyataan tegas terkait langkah berikutnya. Ia menyebut bahwa Israel akan membayar harga mahal atas serangan udara yang menewaskan para komandan dan ilmuwan top Iran.

“Israel akan menerima tindakan keras dari angkatan bersenjata Iran,” tegas Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarch.