Benarkah Hewan Kurban Akan Jadi Tunggangan di Akhirat Menuju Surga? Ini Kata UAS dan UAH
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
21 - May - 2025, 06:44
JATIMTIMES - Umat Islam di seluruh dunia disunnahkan untuk melakukan kurban pada Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya. Pada tahun 2025 ini, Idul Adha diprediksi jatuh pada 6 Juni 2025.
Dalam pelaksanaan ibadah kurban terdapat sebuah pandangan yang sudah banyak dipercaya masyarakat. Yakni hewan kurban yang dipotong saat Hari Raya Idul Adha akan menjadi tunggangan di akhirat kelak untuk menuju ke surga.
Baca Juga : Kereta Suite Class Compartment Hadir di KA Argo Bromo Anggrek Mulai 1 Juni 2025
Dikatakan bahwa orang-orang yang pernah berkurban kelak di akhirat akan menunggangi hewan kurbannya melewati sirathal mustaqim. Lantas benarkah hal itu?
UAH dalam kanal YouTube Adi Hidayat Official mengatakan, memang ada riwayat yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW tentang hewan kurban yang akan datang di akhirat sebagai kendaraan melewati jembatan ash-shirath.
“Kalimatnya, gemukkanlah, baguskanlah hewan-hewan sembelihan kalian karena sesungguhnya hewan-hewan qurban, hewan-hewan sembelihan yang dibaguskan itu akan datang di hari kiamat menjadi kendaraan kalian melewati shirat, jembatan penyeberangan yang menentukan antara rahmat atau azab, antara surga atau neraka,” ucap UAH, dikutip Rabu (21/5/2025).
Meski terdapat riwayat yang mengatakan hewan kurban akan menjadi tunggangan di akhirat kelak, namun ustaz Adi Hidayat menyebut jika riwayat yang ada sangat lemah.
"Bahkan Ibn al-Arabi al-Maliki menyebut hampir seluruh hadis-hadis terkait dengan keutamaan-keutamaan penyembelihan kurban yang berlebihan itu tidak ditemukan kekuatannya, atau dipandang lemah dalam persoalan-persoalan terkait dengan keutamaan penyembelihan hewan kurban,” kata ustaz Adi Hidayat.
Lebih lanjut, dai yang akrab disapa UAH ini mengungkap bahwa terdapat komentar yang menurut UAH cukup bagus dari sebagian kalangan ulama. Boleh jadi perkataan tentang hewan kurban jadi tunggangan akhirat ini bukan ingin menunjukkan maksud dari aslinya menjadi kendaraan, tapi berupa majas atau kiasan.
“Apa maksudnya? Hewan-hewan ini yang jika kita mencari yang paling bagus, paling baik, maka dimungkinkan pahalanya semakin bagus, semakin banyak. Dengan banyaknya pahala ini akan memudahkan kita melewati ash-shirat karena timbangannya semakin banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, ustaz Abdul Somad melalui ceramah yang dibagikan akun YouTube Mujahid Kasep mengatakan bahwa kepercayaan tentang hewan kurban menjadi kendaraan akhirat itu ada dalam kitab. Ini dapat dimaknai sebagai motivasi untuk berkurban. Namun, jika memahaminya secara aqli, bisa menimbulkan ikhtilaf (perbedaan pendapat).
Baca Juga : Harkitnas 2025, Disporapar Kota Malang Gelorakan Semangat Nasionalisme Jelang Porprov IX Jatim 2025
“Karena ini maknanya motivasi, memberi kita semangat supaya seperti dalam perjalanan di dunia kita tak nak berjalan kaki, apalagi nanti di akhirat. Adapun nanti yang kita alami di akhirat itu tak pernah ditengok mata, tak pernah didengar telinga, tak pernah terlintas di hati manusia,” katanya.
Ustaz Abdul Somad lalu mengutip satu hadis tentang keutamaan berkurban. Disebutkan bahwa berkurban adalah amalan yang dicintai Allah pada hari raya Idul Adha. Mengutip NU Online, berikut redaksi hadisnya.
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: “Dari Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya’.” (HR Tirmidzi dan Ibn Majah).
Demikian penjelasan mengenai kepercayaan hewan kurban akan menjadi tunggangan diakhirat untuk menuju surga menurut ustaz Adi Hidayat dan ustaz Abdul Somad. Semoga bermanfaat!
