Komitmen Layanan Prima, UIN Maliki Malang Pastikan Fasilitas Ma’had Siap Layani Mahasantri

Editor

Dede Nana

12 - Aug - 2026, 02:47

Para mahasiswa baru mulai memasuki Ma'had, dimana para orang tua mahasiswa juga turut mengantarkan ke lokasi Ma'had (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tidak hanya menyiapkan hunian untuk ribuan mahasiswa baru, tetapi juga memastikan fasilitas Ma’had Al-Jami’ah dalam kondisi siap digunakan. Langkah tersebut dilakukan seiring mulai masuknya 4.929 mahasiswa baru yang telah tervalidasi untuk menempati ma’had pada 10 hingga 14 Agustus 2026.

Kesiapan fasilitas menjadi perhatian UIN Maliki Malang karena ribuan mahasiswa baru akan menempati ma’had dalam waktu yang hampir bersamaan. Pengelola memastikan kebutuhan dasar penghuni, mulai dari kamar hingga fasilitas sanitasi dan air, dapat digunakan dengan baik sejak mahasiswa mulai berdatangan.

Baca Juga : Mewujudkan Layanan SIM Transparan, Satpas Polres Kediri Kota Luncurkan Inovasi One Day Service

Direktur Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI., mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang menjadi kebutuhan sehari-hari mahasantri benar-benar siap.

“Kita juga pastikan fasilitas ma’had sudah aman, seperti toilet hingga airnya juga lancar,” ujar Izzuddin, Selasa (11/8/2026).

Kesiapan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pengelola ma’had. Jajaran pimpinan UIN Malang turut turun langsung melakukan pengecekan melalui program Murur Ma’hadi.

1

Rektor bersama jajaran wakil rektor, para dekan hingga kepala biro berkeliling meninjau kondisi berbagai bagian ma’had. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana fasilitas dan lingkungan hunian siap digunakan mahasiswa baru.

“Semua pimpinan keliling dari ujung ma’had sampai ujung untuk mengetahui sejauh mana kesiapan ma’had menyambut mahasantri baru,” tutur Izzuddin.

Upaya tersebut menjadi penting mengingat jumlah mahasiswa baru yang mulai masuk ma’had mencapai ribuan orang. Hingga hari kedua proses validasi, sebanyak 4.929 mahasiswa telah memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan tercatat siap menempati hunian ma’had.

Jumlah itu masih dapat bertambah karena proses validasi mahasiswa baru UIN Malang masih berlangsung dan dijadwalkan berakhir pada 14 Agustus 2026.

Dari mahasiswa yang telah tervalidasi, sekitar 60 persen merupakan perempuan dan 40 persen laki-laki. Komposisi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam pengelolaan kapasitas hunian ma’had.

“Tahun ini maba kita banyak yang perempuan, tapi ini yang sudah tervalidasi dan dapat NIM. Akhir validasi maba 14 Agustus 2026,” jelas Izzuddin.

Untuk menampung mahasiswa baru tersebut, UIN Maliki Malang menyiapkan 13 mabna yang tersebar di tiga lokasi kampus. Kampus 1 menjadi lokasi dengan kapasitas terbesar, yakni sekitar 3.500 penghuni, termasuk hampir 2.000 mahasiswi. Sementara ma’had di Kampus 2 memiliki kapasitas sekitar 276 penghuni dan Kampus 3 sekitar 690 penghuni dalam kondisi terisi penuh.

Baca Juga : Cara Ambil Bansos Beras di Kopdes Agustus 2026, Ini Dokumen yang Harus Dibawa

Selain menyiapkan kapasitas dan fasilitas, UIN Maliki Malang juga mengatur pola kedatangan mahasiswa agar proses penempatan berlangsung tertib. Mahasiswa baru terlebih dahulu memilih jadwal kedatangan melalui formulir daring.

Panitia kemudian menetapkan kuota pada setiap hari. Ketika kuota telah terpenuhi, formulir secara otomatis ditutup sehingga mahasiswa tidak datang secara bersamaan dalam jumlah yang melebihi kapasitas layanan.

“Mereka akan mengisi form online, datang di tanggal berapa. Kita menyediakan kuota kedatangan tiap harinya. Misalnya hari ini kuota kedatangan 1.500 maba, dan form akan tertutup otomatis jika kuota sudah penuh,” paparnya.

Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mengantisipasi kepadatan, termasuk kemungkinan penumpukan mahasiswa dan orang tua di lingkungan ma’had. Setelah menyelesaikan validasi di program studi masing-masing, mahasiswa diarahkan menuju ma’had untuk menempati mabna yang telah ditentukan.

Lanjutnya, persiapan tersebut bukan sekadar memastikan mahasiswa mendapatkan tempat tinggal. Ma’had merupakan bagian dari sistem pembinaan mahasiswa baru sehingga kesiapan lingkungan hunian dan fasilitas menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang proses adaptasi mereka terhadap kehidupan kampus.

Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan Ta’aruf Ma’hadi pada 15 Agustus 2026. Para mahasantri akan diperkenalkan dengan kehidupan dan program ma’had, termasuk struktur kepengurusan, pengasuh, murabbi-murabiyah, musyrif-musyrifah serta berbagai unit pengembangan minat dan bakat.