Operasional Pemulangan Dimulai, Debarkasi Surabaya Terima 1.897 Jemaah Haji Fase Awal

02 - Jun - 2026, 07:44

Kepulangan jemaah haji Indonesia di Surabaya.

JATIMTIMES – Pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya tahun 1447 H/2026 M resmi dimulai di Asrama Haji Kelas I Surabaya. Berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya per 1 Juni 2026, sebanyak 1.897 jemaah dan petugas dari lima kelompok terbang (kloter) pertama fase awal telah tiba di tanah air.

Jumlah tersebut mencakup sekitar 4 persen dari total keseluruhan jemaah dan petugas yang direncanakan kembali melalui Debarkasi Surabaya, yakni sebanyak 44.000 orang. Secara keseluruhan, total kepulangan ini mencakup 43.237 jemaah, 160 petugas haji daerah (PHD), 140 pembimbing ibadah haji dan umrah kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas yang tergabung dalam 116 kloter.

Baca Juga : Respons Putusan MK, PKS Jatim: Stok Kader Perempuan Melimpah dan Siap Tempur

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa operasional pemulangan jemaah haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya pada hari pertama berjalan lancar dengan dukungan seluruh unsur pelayanan. “Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji pada hari pertama berjalan dengan baik," ujar Mohammad As’adul Anam, Selasa (2/6/2026).

"Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal mulai dari kedatangan di bandara hingga penerimaan jamaah di Asrama Haji Kelas I Surabaya, sehingga jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan sehat,” lanjutnya.

Hingga mloter 5, jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba secara rinci terdiri atas 1.861 jemaah asal Jawa Timur, 10 PHD, 6 PIH KBIHU, dan 20 petugas kloter. Berdasarkan data kedatangan, komposisi jemaah dan petugas yang telah kembali terdiri atas 928 laki-laki dan 969 perempuan.

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan, tercatat tiga kloter tiba tepat waktu dan dua kloter sempat mengalami keterlambatan. Menyikapi hal ini, PPIH Debarkasi Surabaya terus melakukan koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, dan seluruh unsur pelayanan untuk memastikan kelancaran proses pemulangan jemaah pada kloter-kloter berikutnya.

Selama operasional debarkasi hingga kloter 5, tercatat ada tiga mutasi keluar yang terdiri atas satu jemaah wafat di Arab Saudi dan dua jemaah yang masih menjalani perawatan karena sakit di Arab Saudi. Sementara itu, jumlah kursi kosong (open seat) pada fase awal pemulangan ini tercatat sebanyak tiga kursi.

Dua jemaah yang dilaporkan belum dapat dipulangkan bersama kloternya karena masih harus menjalani perawatan medis di Arab Saudi yaitu Abdul Djalal (67 tahun) asal Kabupaten Probolinggo dari kloter 1, saat ini dirawat di RS Al-Noor, serta Mohammad Dzikri Muiz (65 tahun) asal Kabupaten Probolinggo dari kloter 4, saat ini dirawat di RS Jeddah.

Baca Juga : Perkara Penyerangan terhadap Wisatawan Surabaya di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

“Kami terus memantau kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Semoga seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” kata Mohammad As’adul Anam.

Pada musim haji tahun ini, PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat keberangkatan jemaah dengan rentang usia yang sangat beragam. Jemaah termuda tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13 tahun) asal Kabupaten Bondowoso. Sementara itu, jemaah tertua adalah Marsiyah Salim (104 tahun) asal Kabupaten Kediri.

PPIH Debarkasi Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji selama proses pemulangan berlangsung di Asrama Haji Kelas I Surabaya, mulai dari penerimaan kedatangan, pelayanan kesehatan, distribusi konsumsi, hingga proses kepulangan jemaah ke daerah masing-masing.