Heboh Dugaan Pembubaran Ibadah Gereja, Ini Kronologinya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
25 - May - 2026, 07:12
JATIMTIMES - Viral di media sosial sebuah unggahan yang menarasikan adanya pembubaran ibadah jemaat gereja di wilayah Sewon, Bantul, oleh sekelompok orang. Peristiwa tersebut langsung memicu sorotan publik dan memancing perdebatan soal toleransi beragama.
Unggahan itu salah satunya dibagikan akun Instagram @davidherson_official. Dalam postingannya, akun tersebut menyebut ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul dibubarkan secara paksa.
Baca Juga : Polisi Tangkap Pengedar Pupuk Ilegal di Tulungagung, Begini Kronologinya
"Lagi dan lagi, hari ini saya mendapatkan laporan tentang adanya pembubaran ibadah paksa yang dialami oleh Jemaat Gereia GMS Bantul oleh oknum-oknum Intolerans. bahkan sampai memakai kekerasan. tolong diatensi broku @yudhawk157," tulis akun tersebut.
Ia juga menyinggung soal jaminan kebebasan beribadah dalam konstitusi. "Apa mereka lupa bahwa Negara ini menjamin sesuai dengan Pasal 29:1&2 Undang-undang dasar 1945 bahwa setiap negara berhak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mohon perhatiannva dan tindak secara tegas oknum-oknum intolerans tersebut @kapolri_indonesia @pemkabbantul @kemenag_ri @polresbantuldiy @poldajogja," lanjut unggahan itu.
Dalam video yang dibagikan tampak beberapa pria saling dorong hingga saling teriak. Terlihat juga ada beberapa pria yang mengenakan masker. Tampak juga ada beberapa polisi yang berada di lokasi.
Pelaksana Tugas Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul Yulius Suharta membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian berlangsung pada Minggu (24/5/2026).
"Kesbangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," kata Yulius, dikutip detikJogja, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pihak Kesbangpol sebenarnya sudah berupaya melakukan langkah antisipasi sebelum kejadian berlangsung. Namun situasi di lapangan tetap berkembang. "Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ujarnya.
Yulius mengatakan pihaknya akan membahas persoalan tersebut bersama pihak terkait di wilayah Panggungharjo, Sewon, Bantul demi menjaga situasi tetap kondusif. "Tapi yang terpenting kita sudah mencoba untuk langkah cepat dalam rangka bagaimana kondusivitas Kabupaten Bantul itu tetap terjaga," ucapnya.
Baca Juga : Menko Pangan Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, 2,1 Juta Guru Ngaji Didorong Terlindungi
Yulius menjelaskan, sebelumnya jemaat Gereja Misi Sejahtera Bantul kerap menggelar kegiatan di sebuah hotel di kawasan Sewon. Karena kegiatan rutin tersebut membutuhkan biaya sewa, jemaat kemudian menyewa bangunan baru yang rencananya digunakan sebagai tempat ibadah.
"Kalau yang terkonfirmasi ke kita itu kan hari Kamis (21/5/2026) itu memang ada kegiatan sosial yang dilaksanakan di tempat itu. Kemudian dilanjutkan, merupakan gedung sewa baru itu dari internal jemaat, itu kan semacam ada syukur tempat, rasa syukur untuk tempat ibadah yang baru yang dilaksanakan hari Minggu kemarin," katanya.
Terkait penolakan yang berujung dugaan pembubaran ibadah, Yulius menyebut persoalan tersebut masih berkaitan dengan perizinan tempat ibadah. " (Penolakan) masih berkaitan dengan apakah memang izinnya sudah dimiliki atau belum," ucapnya.
Meski demikian, Yulius mengungkapkan pihak gereja sebenarnya telah mengantongi Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL). Namun, pemerintah daerah masih melakukan pencermatan lebih lanjut terkait fungsi izin tersebut. "Nah, cuma di sini yang nanti akan kita tindak lanjuti terkait dengan pemahaman keterangan di SKTL yang dikeluarkan itu, apakah memang benar sudah bisa dipakai sebagai tempat ibadah ataukah memang masih ada pengurusan administrasi yang lain," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, bangunan gereja masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Pagar biru di area bangunan tampak tertutup rapat. Di bagian depan lokasi juga terdapat sejumlah karangan bunga bertuliskan ucapan selamat atas grand opening GMS Bantul.
