Awas Kebiasaan Sarapan Ini, Dokter Ungkap Risiko Pemicu Gagal Jantung

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

06 - May - 2026, 07:09

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Sarapan memang sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Namun, tanpa disadari, pilihan menu di pagi hari justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan jantung jika tidak diperhatikan dengan baik terutama soal kandungan garam.

Dokter spesialis jantung, Robert Segel, menjelaskan bahwa asupan natrium yang tinggi sejak pagi dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Salah satu dampaknya adalah penumpukan cairan dalam tubuh yang berujung pada naiknya tekanan darah dan meningkatnya risiko gagal jantung.

Baca Juga : Tak Ingin APBD Tersedot Sia-sia, Fuad Benardi: Segera Likuidasi BUMD Tak Layak

“Tidak sedikit orang hanya fokus menghindari makanan yang terasa asin seperti sosis atau bacon. Padahal, banyak makanan lain yang diam-diam mengandung natrium meski rasanya tidak terlalu asin,” ujarnya, dikutip dari EatingWell, Rabu (6/5).

Beberapa menu sarapan yang sering dikonsumsi, seperti roti, nugget, dan aneka pastry, ternyata menyimpan kadar natrium cukup tinggi. Kandungan ini berasal dari bahan tambahan seperti pengawet dan baking soda yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19% dibandingkan mereka yang membatasi asupan garam. Kondisi ini makin mengkhawatirkan karena pola makan masyarakat modern cenderung tinggi natrium.

American Heart Association sendiri merekomendasikan batas konsumsi natrium harian tidak lebih dari 1.500 miligram. Namun pada kenyataannya, rata-rata konsumsi bisa mencapai lebih dari 3.300 miligram per hari.

Tak hanya itu. Makanan olahan seperti nugget dan sosis juga mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Bahkan, konsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga 46%.

Kebiasaan mengonsumsi garam berlebih juga berhubungan dengan meningkatnya risiko Diabetes Tipe 2. Dalam beberapa studi, asupan natrium tertinggi disebut dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 80%, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan jantung.

Di sisi lain, banyak menu sarapan justru minim serat. Padahal, serat larut memiliki peran penting dalam menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Oatmeal dan buah-buahan seperti apel, pir, pisang, dan jeruk bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

Agar jantung tetap terjaga sejak pagi, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan:

• Awali hari dengan minum air putih sebelum kopi

• Tambahkan asupan serat minimal 5 gram saat sarapan

• Pilih sumber protein sehat seperti telur, yogurt tanpa gula, kefir, atau keju rendah garam

• Kurangi konsumsi gula tambahan

• Lakukan aktivitas ringan selama 10–15 menit

• Kelola stres dengan meluangkan waktu tenang

• Manfaatkan paparan sinar matahari pagi

Menurut Segel, perubahan kecil dalam rutinitas pagi bisa memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

“Memulai hari dengan pola makan yang tepat, tubuh yang aktif, dan pikiran yang tenang adalah langkah sederhana yang berdampak besar,” ujarnya.