Dari Batik hingga Konsultasi Hukum, Sri Untari Ungkap Potensi Besar Difabel Jatim Lewat Kodifa Jawara

22 - Apr - 2026, 03:13

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sri Untari Bisowarno.

JATIMTIMES – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa penyandang disabilitas di Jatim memiliki spektrum potensi profesional yang sangat luas, mencakup bidang kriya, literasi, hingga jasa hukum.

Potensi itu kini diakomodasi lewat terbentuknya Koperasi Pemasaran Difabel Jawara Sejahtera Bersama atau Kodifa Jawara. Sri Untari mendukung penuh pembentukan Kodifa Jawara sebagai motor penggerak kedaulatan ekonomi mandiri.

Baca Juga : Unisba Blitar Akan Gelar Rector’s Cup 2026, Turnamen Mobile Legends Jadi Ajang Prestasi Pelajar Blitar Raya

Sri Untari mengungkapkan bahwa komunitas disabilitas di Jatim dihuni oleh individu-individu dengan kapasitas intelektual dan skill mumpuni, termasuk pengacara, penulis buku, hingga akademisi tingkat doktoral.

“Mereka itu keren lho, ada pengacara, ada penulis buku, ada yang sekolah S3 namanya Mbak Vira dari Lamongan kuliahnya. Jadi mereka menulis buku, karyanya keren-keren. Jadi kekurangan fisik tidak menjadi penghambat bagi mereka,” ujar Sri Untari, Rabu (22/4/2026).

Kodifa Jawara dirancang sebagai koperasi pemasaran yang mengonsolidasikan produk dan jasa difabel agar memiliki daya saing di pasar digital maupun konvensional. Penanganan disabilitas kini bersifat integratif, melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu poin krusial dalam pemberdayaan ini adalah usulan gerakan "Salam Inklusi". Sri Untari mendorong kebijakan agar seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur menggunakan produk hasil karya disabilitas, seperti batik, secara rutin setiap bulan.

Strategi ini dinilai mampu menciptakan captive market (pasar pasti) yang krusial bagi stabilitas ekonomi koperasi di tahap awal.

“Untuk menghormati mereka, Provinsi Jawa Timur perlu lah sekali dalam sebulan menggunakan baju bikinan disabilitas. Batik bikinan teman-teman disabilitas. Itu sebagai bentuk dukungan kita dan tanggung jawab moral kita untuk membantu mereka agar mandiri dan percaya diri,” urainya.

Baca Juga : Apindo Jatim Hadapi Tantangan Produktivitas, Pemkot Batu Ajak Pengusaha Lirik Sektor Jasa dan Garap UMKM

Di tengah penguatan ekonomi, legislator PDI Perjuangan ini juga menyoroti urgensi validasi ulang data disabilitas yang masih menunjukkan disparitas angka signifikan antara data Koalisi Difabel (6 juta orang) dan BPS (3,4 juta orang). Sinkronisasi data menjadi kunci agar jangkauan perlindungan ekonomi Kodifa Jawara tepat sasaran.

Sebagai penjamin keberlanjutan, Sri Untari memastikan akan menurunkan tim ahli dari Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) untuk membekali pengurus Kodifa Jawara dengan kemampuan tata kelola keuangan dan pemasaran digital yang profesional.

"Pokoknya saya siap membantu mereka sampai jadi. Ini wadah ekonomi buat mereka agar mereka tumbuh kembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Kita memfasilitasi agar itu bisa besar,” pungkasnya.