Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Sore Ini

08 - Apr - 2026, 08:13

Awan panas guguran (APG) yang terpantau melalui kamera termal. (Foto: @wargasemeru)

JATIMTIMES - Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Rabu sore. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) dari puncak Mahameru.

Momen awan panas meluncur dari puncak Semeru itu terpantau melalui kamera termal dan sempat dibagikan melalui media sosial.

Baca Juga : Hujan Deras Guyur Kota Batu, Plengsengan Dusun Brau Longsor Tutup Akses Jalan Alternatif ke Pujon

"Detik-detik terjadinya awan panas terpantau dari camera termal. 07 April 2026, jam 17.30 WIB," tulis akun Instagram @wargasemeru, dikutip Rabu (8/4/2026). 

Dalam video yang diunggah, terlihat jelas aliran awan panas turun dari area puncak gunung menuju lereng.

Sehari sebelum kejadian tersebut, Selasa (7/4/2026), akun yang sama juga melaporkan adanya awan panas guguran yang meluncur sejauh 4,5 kilometer dari kawah dan mengarah ke sektor tenggara, tepatnya ke Besuk Kobokan.

Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan aktivitas kegempaan masih cukup tinggi pada periode pengamatan Rabu pukul 12.00–18.00 WIB.

Dalam rentang waktu tersebut, tercatat 16 kali gempa letusan atau erupsi. "Terjadi 16 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 46-199 detik," tulis laporan Liswanto.

Selain itu, tercatat pula beberapa jenis gempa lain yang mengindikasikan aktivitas vulkanik masih berlangsung. "Terjadi 1 kali gempa Guguran dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 54 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 12-30 mm, S-P 2.5-3.5 detik dan lama gempa 28-38 detik. 1 kali gempa Getaran Banjir dengan amplitudo 38 mm, dan lama gempa 5046 detik," lanjut laporan Liswanto dalam laman resmi Magma ESDM.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah rawan.

Baca Juga : Respon Cepat Polsek Kalibaru Tangani Tebing Longsor, Amankan Jalur Lalu Lintas Banyuwangi-Jember

Salah satu zona yang dilarang untuk aktivitas adalah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Liswanto juga mengimbau warga untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai sangat rawan terhadap lontaran material pijar saat terjadi erupsi.

Selain itu, masyarakat di sekitar lereng Semeru diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak.

Wilayah yang harus diwaspadai meliputi, Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.