Imbas Perang Timur Tengah, Harga Emas Antam Naik Rp 35.000 Jadi Rp 3.059.000 Per Gram

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

07 - Mar - 2026, 02:32

Ilustrasi emas Antam. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Sabtu pagi, (7/3/2026). Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas hari ini melonjak Rp 35.000 per gram.

Sebelumnya harga emas Antam berada di level Rp 3.024.000 per gram. Kini, harga logam mulia tersebut naik menjadi Rp 3.059.000 per gram.

Baca Juga : Polresta Malang Kota Sita 700 Karung Bawang Bombai Impor Tak Sesuai Standar, Satu Orang Jadi Tersangka

Tidak hanya harga jual. Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan. Saat ini harga buyback tercatat di level Rp 2.822.000 per gram. Perlu diketahui, harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global.

Ketentuan Pajak Transaksi Emas

Dalam setiap transaksi jual emas batangan dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Bagi masyarakat yang menjual kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi lebih dari Rp10 juta akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) pasal 22. Besaran pajaknya adalah 1,5 persen bagi pemilik nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.

Pajak tersebut akan langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan juga dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak.

Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tercatat di laman Logam Mulia:

• 0,5 gram: Rp 1.579.500

• 1 gram: Rp 3.059.000

• 2 gram: Rp 6.058.000

• 3 gram: Rp 9.062.000

• 5 gram: Rp 15.070.000

• 10 gram: Rp 30.085.000

• 25 gram: Rp 75.087.000

• 50 gram: Rp 150.095.000

• 100 gram: Rp 300.112.000

• 250 gram: Rp 750.015.000

• 500 gram: Rp 1.499.820.000

• 1.000 gram (1 kg): Rp 2.999.600.000

Konflik Timur Tengah Berpotensi Dorong Harga Emas

Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai pergerakan harga emas saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk konflik geopolitik.

Menurutnya, koreksi harga emas yang sempat terjadi sebelumnya dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Baca Juga : 5 Film dan Serial Tentang Konflik Iran, AS, dan Israel yang Penuh Intrik Spionase

Namun, jika konflik di Timur Tengah semakin memanas, terutama yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, maka permintaan emas berpotensi meningkat.

“Misalnya sampai mengganggu jalur energi global, maka secara historis permintaan emas biasanya akan kembali meningkat karena investor mencari perlindungan terhadap risiko geopolitik dan inflasi,” ujar Syafruddin dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (7/3).

Ia menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, harga emas masih bisa tertekan jika dolar AS terus menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap meningkat.

Hal ini terjadi karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Ketika imbal hasil obligasi meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana mereka ke instrumen investasi yang memberikan return tetap.

Meski demikian, Syafruddin menilai tekanan tersebut biasanya bersifat sementara. “Pasar emas sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik. Jika konflik Iran dengan AS-Israel mengalami eskalasi dan meluas ke kawasan Teluk atau mengganggu distribusi energi global, maka ketidakpastian geopolitik biasanya kembali menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas,” jelasnya.

Dengan kondisi global yang masih bergejolak, emas tetap dianggap sebagai salah satu aset lindung nilai yang banyak dicari investor saat ketidakpastian ekonomi dan politik meningkat.