Iran Buka Suara soal Pengakuan AS yang Berperang karena Israel

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

03 - Mar - 2026, 05:49

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Itu setelah pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang dinilai secara tidak langsung mengakui bahwa Washington terlibat perang demi kepentingan Israel.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.menyebut pernyataan Rubio sebagai bukti bahwa Amerika Serikat masuk ke dalam konflik “atas nama Israel”.

Baca Juga : Ancaman Cabut Izin Mengintai, Disnaker Kota Malang Tegaskan THR Tak Boleh Dipotong Parsel

Melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (3/3) waktu setempat, Araghchi menegaskan bahwa keterlibatan Amerika Serikat bukanlah karena ancaman langsung dari Iran, melainkan keputusan politik yang berpihak pada Israel.

“Rubio mengakui apa yang kita semua ketahui: AS telah memasuki perang pilihan atas nama Israel,” tulis Araghchi, dikutip dari Al Jazeera dan Anadolu Agency pada Selasa (3/3/2026).

Ia juga membantah narasi bahwa Iran merupakan ancaman. “Tidak pernah ada yang disebut sebagai ‘ancaman’ Iran,” tegasnya.

Menurut Araghchi, korban jiwa yang jatuh di kedua belah pihak merupakan tanggung jawab pihak-pihak yang ia sebut sebagai pendukung Israel.

“Pertumpahan darah Amerika dan Iran adalah tanggung jawab para pendukung Israel. Rakyat Amerika pantas mendapatkan yang lebih baik dan harus merebut kembali negara mereka,” ujarnya.

Istilah “Israel Firster” Jadi Sorotan

Dalam pernyataannya, Araghchi menggunakan istilah “Israel Firster”, yang berkonotasi negatif. Istilah tersebut biasa dipakai untuk menyebut individu, politisi atau pembuat kebijakan di AS yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan Israel dibanding kepentingan nasional Amerika sendiri.

Penggunaan istilah ini mempertegas posisi Teheran yang menilai kebijakan luar negeri Washington terlalu berpihak pada Tel Aviv dalam konflik yang terus berkembang.

Baca Juga : Pengakuan Mengejutkan AS: Serangan ke Iran Dilakukan Demi Selamatkan Pasukan

Sebelumnya, Marco Rubio menyampaikan bahwa Amerika Serikat menyerang Iran setelah mengetahui Israel akan lebih dulu melakukan aksi militer. Washington, kata Rubio, khawatir Teheran akan membalas dengan menargetkan pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

“Kita mengetahui bahwa akan ada aksi Israel. Kita mengetahui bahwa hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kita mengetahui jika kita tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kita akan menderita korban jiwa yang lebih tinggi,” kata Rubio, dikutip oleh kantor berita Agence France-Presse (AFP).

Pernyataan ini kemudian menjadi sorotan internasional karena dinilai sebagai pengakuan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan dalam konteks mendukung langkah Israel.

Pertempuran antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv dalam beberapa hari terakhir meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi ini juga memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap stabilitas regional dan keselamatan warga sipil.

Dengan saling tuding yang semakin keras dari kedua belah pihak, dinamika politik dan militer di kawasan tersebut diperkirakan masih akan terus berkembang dalam waktu dekat.