Arti Bendera Merah yang Dikibarkan Iran di Masjid Jamkaran, Simbol Balas Dendam dan Seruan Keadilan

03 - Mar - 2026, 09:02

Bendera merah dikibarkan di Masjid Jamkaran Iran. (Foto X)

JATIMTIMES - Bendera merah kembali berkibar di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran, menyusul rentetan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pengibaran bendera ini terjadi setelah serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei.

Aksi tersebut langsung menyita perhatian dunia. Di Iran, khususnya dalam tradisi Syiah, bendera merah bukan sekadar simbol warna, melainkan memiliki makna historis, religius, sekaligus politis yang kuat.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Wage 3 Maret 2026: Hari Baik untuk Menanam

Makna “Ya Lazarat al-Hussein”

Melalui akun Instagram resminya, pihak Masjid Jamkaran menuliskan pesan: “Pengibaran bendera ‘Ya Lazarat al-Hussein’ di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran, dalam balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis.”

Ungkapan “Ya Lazarat al-Hussein” merujuk pada seruan untuk menuntut balas atas darah Imam Hussein yang dalam keyakinan Syiah menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan. Karena itu, ketika bendera merah dikibarkan, pesan yang ingin disampaikan bukan hanya kemarahan, tetapi juga seruan pembalasan atas darah yang dianggap tertumpah secara zalim.

Arti Warna Merah dalam Tradisi Iran

Dikutip dari Viory, warna merah dalam konteks Iran memiliki makna keberanian dan kekuatan dalam pertempuran. Merah juga merupakan salah satu dari tiga warna bendera nasional Iran, bersama hijau yang melambangkan Islam dan putih yang melambangkan perdamaian.

Dalam budaya kuno Persia, bendera merah kerap dikibarkan di rumah keluarga yang menuntut balas atas kematian anggota keluarganya. Bendera itu tidak akan diturunkan sampai pembalasan dianggap telah terpenuhi. Tradisi inilah yang kemudian melekat kuat dalam simbolisme politik dan keagamaan Iran modern.

Bukan Deklarasi Perang, Tapi Peringatan

Bendera merah yang berkibar di kubah masjid bukan berarti deklarasi perang secara resmi. Namun, simbol ini dipahami sebagai peringatan keras dan ancaman balasan. Dalam tradisi Syiah, warna merah menandakan bahwa darah telah tertumpah dan keadilan harus ditegakkan.

Karena itu, setiap kali bendera merah dikibarkan di Masjid Jamkaran, dunia internasional langsung menaruh perhatian. Masjid yang berada di Kota Qom tersebut memang memiliki makna simbolis dan politis yang mendalam, terutama dalam konteks ketegangan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Pengibaran bendera merah ini bukan kali pertama dilakukan Iran. Pada 4 Januari 2020, bendera yang sama dikibarkan setelah Amerika Serikat membunuh Jenderal Qasem Soleimani di Irak.

Baca Juga : Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Salat Khusuf Jam Berapa? Cek Waktunya dan Tata Caranya 

Simbol serupa juga muncul pada Juni 2025 setelah serangan Israel ke Iran. Selain itu, bendera merah kembali terlihat usai serangan rudal dan drone Iran terhadap Israel pada April 2024.

Tak hanya itu, setelah pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada 31 Juli 2024, bendera merah juga dikibarkan sebagai bentuk pernyataan sikap.

Simbol yang Sarat Pesan Politik

Bagi Iran, khususnya dalam tradisi Syiah, pengibaran bendera merah di atas kubah Masjid Jamkaran adalah pesan yang jelas: ada darah yang dianggap tertumpah secara tidak adil, dan ada janji pembalasan yang belum selesai.

Simbol ini selalu memicu perhatian global karena menjadi penanda bahwa situasi sedang berada dalam fase tegang. Meski bukan pengumuman perang secara resmi, bendera merah adalah peringatan bahwa konflik bisa memasuki babak yang lebih serius.