Diserang Israel dan AS, Ini Fakta Geografis dan Sejarah Peradaban Iran yang Jarang Diketahui
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - Mar - 2026, 12:23
JATIMTIMES - Serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi kembali menyorot posisi strategis negara tersebut di kawasan Timur Tengah. Sejumlah laporan menyebutkan lokasi sipil dan infrastruktur vital di ibu kota, Teheran, turut menjadi sasaran.
Di balik dinamika geopolitik yang terus memanas, Iran sejatinya adalah negeri dengan sejarah panjang dan peradaban besar yang membentuk wajah dunia kuno. Berikut gambaran lengkap fakta geografis serta sekilas sejarah peradaban Iran yang jarang dibahas secara mendalam.
Baca Juga : Daftar Nomor Darurat KBRI di Negara Timur Tengah, Aktif 24 Jam
Fakta Geografis Iran: Negara Besar di Asia Barat
Berdasarkan data dari situs resmi Kedutaan Besar Iran, Iran terletak di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah dengan luas sekitar 1.648.195 kilometer persegi. Luas tersebut menjadikannya salah satu negara terbesar di dunia dan kekuatan geografis utama di kawasan.
Secara astronomis, Iran berada di antara 25° hingga 39° Lintang Utara dan 44° hingga 63° Bujur Timur. Sebagian besar wilayahnya—sekitar 90 persen—berada di dataran tinggi Iran. Lanskapnya didominasi pegunungan, wilayah semi-kering, serta dataran luas dengan ketinggian rata-rata lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut.
Lebih dari separuh wilayah Iran terdiri dari pegunungan dan dataran tinggi, seperempatnya berupa dataran rendah, sementara lahan pertanian hanya mencakup kurang dari seperempat total wilayahnya.
Titik Tertinggi dan Terendah
Titik tertinggi Iran adalah Puncak Damavand yang menjulang sekitar 5.610 meter di atas permukaan laut dan menjadi gunung tertinggi di Timur Tengah. Gunung ini berada di rangkaian Pegunungan Alborz yang memisahkan dataran tinggi Iran dengan pesisir selatan Laut Kaspia.
Sementara itu, salah satu titik terendah daratan Iran berada di kawasan gurun Lut. Di pesisir selatan Laut Kaspia, permukaan tanah bahkan berada sekitar 28 meter di bawah permukaan laut.
Batas Wilayah Iran
Iran memiliki garis keliling sekitar 8.731 kilometer, terdiri dari 6.031 kilometer perbatasan darat dan 2.700 kilometer perbatasan perairan.
Negara ini berbatasan dengan:
Utara:
• Turkmenistan,
• Azerbaijan,
• Armenia,
• serta Laut Kaspia
Selatan:
• Laut Oman,
• Teluk Persia
Timur:
• Pakistan,
• Afghanistan
Barat:
• Turki,
• Irak
Sungai, Danau, dan Pulau Terbesar
Sungai terpanjang di Iran adalah Sungai Karun dengan panjang sekitar 950 kilometer. Sungai ini juga menjadi satu-satunya sungai di Iran yang dapat dilayari.
Danau terbesarnya adalah Danau Urmia, yang pernah menjadi salah satu danau air asin terbesar di dunia, meski kini luasnya menyusut akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Baca Juga : Kejar Dividen dan Reformasi Tata Kelola, Pansus BUMD DPRD Jatim Bidik Rekomendasi Mei-Juni
Untuk wilayah kepulauan, Pulau Qeshm menjadi pulau terbesar dengan luas sekitar 1.491 kilometer persegi.
Sistem Pemerintahan dan Infrastruktur
Iran menganut sistem Republik Islam sejak Revolusi 1979. Hari nasionalnya diperingati setiap 22 Bahman dalam kalender Persia, bertepatan dengan 11 Februari dalam kalender Masehi.
Negara ini memiliki:
• 31 provinsi
• Lebih dari 1.100 kota
• Ribuan desa yang tersebar di berbagai wilayah
Dari sisi infrastruktur, Iran memiliki jaringan kereta api hampir 10.000 kilometer dan panjang jalan raya sekitar 158.000 kilometer. Sebagai salah satu produsen energi utama dunia, Iran juga memiliki jaringan pipa minyak dan gas ribuan kilometer yang menjadi tulang punggung ekonominya.
Sekilas Sejarah Peradaban Iran: Dari Persia hingga Republik Modern
Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Iran dahulu dikenal dengan nama Persia, sebuah sebutan yang populer di Barat selama berabad-abad. Nama Persia berasal dari wilayah Parsa di barat daya Iran modern.
Tanah ini merupakan rumah bagi sejumlah kekaisaran besar dunia kuno.
Kekaisaran Akhemeniyah
Salah satu yang paling terkenal adalah Kekaisaran Akhemeniyah (559–330 SM), yang membentang dari Asia Barat hingga Afrika Utara. Pada masa ini, Persia menjadi pusat administrasi, budaya, dan toleransi beragama yang relatif maju untuk zamannya.
Kekaisaran Partia dan Sasaniyah
Setelahnya, muncul Kekaisaran Partia dan kemudian Kekaisaran Sasaniyah, yang menjadikan Persia sebagai pusat ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, dan filsafat hingga abad ke-7 Masehi.
Pada masa Yunani kuno, nama Persia makin dikenal luas setelah penaklukan oleh Alexander Agung. Sejak saat itu, istilah Persia digunakan secara luas untuk menyebut seluruh dataran tinggi Iran.
Namun, penduduk setempat secara tradisional menyebut wilayahnya sebagai “Iran” yang berarti “Tanah Arya”. Pada 1935, pemerintah resmi meminta komunitas internasional menggunakan nama Iran sebagai pengganti Persia dalam hubungan diplomatik modern.
Dengan sejarah ribuan tahun, bentang alam yang dramatis, serta posisi strategis di jalur energi dunia, Iran selalu menjadi aktor penting dalam percaturan global.
Ketegangan terbaru akibat serangan Israel dan Amerika Serikat kembali menunjukkan betapa pentingnya posisi Iran, bukan hanya sebagai negara di Timur Tengah, tetapi sebagai wilayah dengan akar peradaban yang pernah mengubah arah sejarah dunia.
Di tengah konflik dan dinamika politik, Iran tetap berdiri sebagai negeri dengan identitas kuat memadukan warisan Persia kuno dan wajah republik modern yang terus menjadi sorotan internasional.
