Mayat Ibu-Anak Ditemukan Terbakar di Bekas Asrama Polri di Jombang

Reporter

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

25 - Feb - 2026, 04:50

Mayat saat dievakuasi. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Warga Desa Rejoagung, Ploso, Jombang digegerkan dengan penemuan 2 mayat di bekas Asrama Polri. Diduga, mayat tersebut merupakan ibu dan anak. Ketua RT setempat Zamroni mengatakan, dua mayat tersebut pertama kali ditemukan warganya di bekas Asrama Polri di Jalan Raya Ploso-Gedeg sekitar pukul 14.30 WIB. Mayat berjumlah dua orang, diduga ibu dan anak.

"Satu wanita, satu anak-anak. Mungkin ibu sama anaknya," terangnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga : Viral, Sahur On The Road di Jombang Pakai Sound Horeg hingga Ada Jogetan Seksi

Menurut Zamroni, dua mayat tersebut berada di dalam bekas gedung Asrama Polri. Kedua mayat dalam keadaan tanpa busana dan tampak melepuh atau bekas terbakar.

"Posisinya dua-duanya tidak menggunakan pakaian sama sekali, dan sudah melepuh," tandasnya.

Tidak berselang lama, petugas dari Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Ploso tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Lokasi bekas Asrama Polri tersebut diberi garis polisi selama olah TKP berjalan. Sebab banyak warga yang menonton.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robi Alexander mengatakan, dua mayat yang ditemukan berjenis kelamin wanita. Namun, pihaknya belum bisa memastikan hubungan dua mayat tersebut.

"Yang pertama perempuan dewasa, yang satu lagi masih anak kecil, jenis kelamin perempuan juga. Kita belum bisa menjawab (apakah kedua mayat ibu-anak, red)," terangnya.

Baca Juga : Polda Jatim Cek Izin Edar dan Mutu Pangan Jelang Lebaran

Dimas mengungkapkan, terdapat luka bakar pada kedua tubuh mayat. Polisi juga menemukan dua botol berisi bensin. Satu botol masih terisi penuh bensin, dan satu lagi sudah kosong.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO di pintu masuk bekas Asrama Polri. Saat ini, seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan polisi. Kedua mayat juga sudah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk diutopsi.

"Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menyimpulkan apakah ini merupakan pembunuhan atau bukan," pungkasnya.