Demi Takjil Aman Pemkot Malang Siapkan Skema Lokalisasi Pasar Ramadan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Nurlayla Ratri
22 - Feb - 2026, 08:54
JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang terus memperkuat pengawasan pasar takjil selama Ramadan. Evaluasi dari temuan bahan pewarna makanan berlebih pada tahun sebelumnya menjadi pijakan untuk memperketat pengecekan makanan, sekaligus memastikan takjil yang dijual benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.
Selain melakukan inspeksi langsung ke lapangan, petugas juga rutin mengambil sampel makanan untuk diuji. Langkah ini dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya atau kandungan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.
Baca Juga : Bupati Sanusi Perkuat Sinergitas Pemkab Malang dengan Pemprov Jatim untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Sebagai upaya memaksimalkan pengawasan, Pemkot Malang mempertimbangkan skema pemusatan atau lokalisasi pasar takjil di satu kawasan tertentu. Dengan pedagang yang terpusat, proses pengecekan dan pengambilan sampel dinilai akan jauh lebih efektif.
“Kalau kita lokalisir di satu tempat, itu akan lebih mudah mengeceknya daripada mereka liar atau tersebar,” ungkap Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Ia menjelaskan, selama ini petugas harus bergerak ke berbagai titik karena pasar takjil tersebar di banyak lokasi. Kondisi tersebut membuat proses pengawasan memerlukan waktu dan tenaga lebih besar, sementara jumlah personel di lapangan terbatas.
Meski demikian, pengecekan dan pengujian sampel tetap dilakukan meskipun pedagang belum terpusat. Tim pengawas tetap turun setiap hari untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
“Kalau tiap hari keliling terus dengan tempat yang menyebar di mana-mana, itu kan menyulitkan. Karena kita juga memiliki keterbatasan tenaga,” tegasnya.
Baca Juga : Ramadan Bergema di Balik Jeruji Lapas Malang, Tarawih dan Tadarus Hidupkan Semangat Hijrah Warga Binaan
Pemkot Malang berharap, melalui pengawasan rutin dan pengetesan sampel takjil, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat membeli makanan berbuka puasa. Upaya ini sekaligus menjadi bahan evaluasi berkelanjutan agar kualitas pangan di Kota Malang semakin terjaga.
“Ini kita lakukan sebagai bahan evaluasi dan menjamin makanan atau takjil aman bagi masyarakat yang mengkonsumsi,” ucapnya.
