Review Film Surat untuk Masa Mudaku, Drama Trauma Masa Kecil yang Menghangatkan Hati

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

30 - Jan - 2026, 04:14

Salah satu scene di Surat untuk Masa Mudaku. (Foto: X)

JATIMTIMES - Netflix kembali merilis film orisinal terbaru bergenre keluarga berjudul Surat untuk Masa Mudaku. Film ini menjadi karya anyar dari sutradara Sim F yang mengajak penonton menengok kembali luka masa lalu, sekaligus merenungkan bagaimana trauma bisa membentuk seseorang hingga dewasa.

Menariknya, Surat untuk Masa Mudaku didominasi para aktor pendatang baru seperti Millo Taslim, Cleo Haura, Halim Latuconsina, Aqila Faherby, Diandra Salsabila Lubis, hingga Jordan Omar. Meski begitu, film ini juga diperkuat nama-nama berpengalaman seperti Fendy Chow, Agus Wibowo, dan Verdi Solaiman yang membuat aktingnya terasa lebih seimbang.

Baca Juga : Ful Beton Jadi Pilihan DPUPRPKP Kota Malang, Jalan Kembar Pasar Gadang Siap Dibangun usai Lebaran

Film Surat untuk Masa Mudaku resmi tayang di Netflix mulai 29 Januari 2026.

Sinopsis Surat untuk Masa Mudaku

Cerita film ini berangkat dari tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang,  trauma masa kecil yang terus terbawa sampai dewasa. Fokus kisahnya ada pada Kefas (Millo Taslim), seorang anak yatim yang tumbuh di Yayasan Panti Asuhan Pelita Kasih.

Sejak kecil, Kefas dikenal keras kepala dan sulit diatur. Tingkah nakalnya kerap membuat orang-orang di sekitarnya kesal. Namun di balik sikap membangkang itu, Kefas sebenarnya menyimpan luka kehilangan dan kesepian yang tidak pernah mampu ia ungkapkan dengan kata-kata.

Di panti asuhan, Kefas sering bersitegang dengan Simon (Agus Wibowo), pengurus harian yang terkenal disiplin dan tegas. Di mata Kefas, Simon adalah sosok otoriter yang menyebalkan. Sebaliknya, bagi Simon, Kefas adalah sumber masalah yang seolah tak ada habisnya.

Meski hubungan keduanya kerap panas, waktu perlahan mengubah dinamika mereka. Simon ternyata menyimpan kepedulian besar pada Kefas, hanya saja caranya sulit dipahami. Sementara itu, Kefas juga memendam rahasia besar yang menjadi akar dari sikap kerasnya selama ini.

Tahun demi tahun berlalu, hingga Kefas dewasa (Fendy Chow) kembali datang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Kunjungan itu membuka kembali pintu kenangan lama, luka, amarah, persahabatan, serta perjalanan hidup yang membentuk dirinya sampai hari ini.

Review: Bikin Hati Hangat Sekaligus Nangis

Film ini mendapat respons emosional dari sejumlah penonton. Salah satunya datang dari akun X @HabisNontonFilm yang memberikan ulasan positif.

"SURAT UNTUK MASA MUDAKU gak nyangka bikin hati anget dan nangis. Ngeeksplor apa kegelisahan & amarah anak yatim, sama gimana trauma masa lalu bisa sebegitunya ngebentuk sikap orang," tulis akun tersebut.

Menurut ulasan itu, film ini dipenuhi dialog dengan pesan kuat yang terasa menampar, tapi sekaligus memberi harapan. "Banyak dialog yg pesannya kuat, nampar, tapi bisa sekaligus kasih harapan. Bagus!" lanjutnya.

Baca Juga : Terungkap, Bae Na-ra D.P. 2 dan Aktris Musikal Han Jae-ah Ternyata Sudah Lama Pacaran

Kisah Kefas disebut sebagai potret anak yatim di akhir 1980-an yang menyimpan dendam pada para pengurus panti. Saat pengurus baru bernama Simon datang, Kefas berusaha mencari cara agar Simon pergi. Namun perlahan, ia justru belajar sesuatu dari sosok tersebut.

Penonton juga dibuat cepat peduli pada karakter utama sejak menit awal. "Menit2 pertama filmnya langsung bikin peduli ke karakter Kefas & penasaran ke pak Simon," tulisnya.

Menjelang pertengahan film, penonton diajak memahami bahwa setiap karakter memiliki tingkat kepahitan masing-masing yang mengundang simpati.

Tak hanya dari sisi cerita, film ini juga dipuji dari aspek kreatif. Sinematografinya disebut mampu memanfaatkan ruang-ruang panti asuhan dengan cara yang unik. "Sinematografi bisa ngemanfaatin ruangan2 panti asuhan secara unik," tulis akun tersebut.

Selain itu, pemilihan lagu-lagu kidung yang dinyanyikan dalam film juga dinilai pas dengan perjalanan emosional para karakter.

Film ini pun memberikan insight berupa ayat-ayat kitab agama Kristen yang sejalan dengan tema cerita, dan ditempatkan sesuai konteks adegan. "SURAT UNTUK MASA MUDAKU udah tayang di Netflix. Recommended!" tutup ulasan itu.