Jalur Tersibuk, Layanan di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk Jadi Fokus ASDP
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
A Yahya
13 - Dec - 2024, 08:08
JATIMTIMES - Lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk diprediksi menjadi jalur saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Karena itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengarahkan fokus pada dua jalur yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan logistik nasional itu.
Terkait hal ini, ASDP bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan mitra strategis lainnya terus memperkuat kesiapan layanan penyeberangan menjelang libur Nataru 2024/2025. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan, khususnya pada masa puncak Nataru.
Baca Juga : Target Naik Liga 2, NZR Sumbersari Siap Lakoni Liga Nusantara 2024/2025
"Kami bekerja sama dengan Kemenhub dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan pengaturan pergerakan kendaraan dan penumpang di pelabuhan. Ini adalah bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan lancar selama momen liburan," ujarnya, Jumat (13/12/2024).
Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani menekankan, pengaturan mobilitas di pelabuhan penyeberangan telah disiapkan secara matang melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) NOMOR: KP-DRJD 6944 Tahun 2024, dan NOMOR: HK.201/ 13/ 11/DJPL/2024 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang mencakup pengelolaan lalu lintas dan pengaturan prioritas kendaraan.
“Pelabuhan penyeberangan akan menerapkan skema khusus, termasuk pembukaan pelabuhan bantuan untuk mengurai kepadatan. Ini akan memastikan pengguna jasa dapat menikmati perjalanan yang aman dan efisien,” ungkapnya.
Dalam SKB tersebut, sejumlah kebijakan strategis diterapkan. Pertama, di lintas Ketapang-Gilimanuk dan Jangkar-Lembar dengan aturan kendaraan prioritas yakni sepeda motor, mobil penumpang, dan bus, sementara mobil barang dibatasi hingga golongan VII.
Sementara, Dermaga Bulusan akan dioperasikan secara opsional untuk memecah kepadatan. Area buffer zone disiapkan di Rest Area Watudodol, Terminal Sri Tanjung, dan area parkir lainnya untuk mengelola arus kendaraan.
Kedua, di lintas Merak-Bakauheni dan Pelabuhan Alternatif yakni kendaraan golongan I-VIb melintas di Merak dan Bakauheni, sementara kendaraan golongan VII-IX diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara atau BBJ Muara Pilu. Adapun buffer zone tersedia di rest area tol, seperti KM 43A dan KM 163B, serta area parkir alternatif di jalur non-tol.
Selain itu, pembatasan radius pembelian tiket diberlakukan di area pelabuhan untuk mengurangi antrean. Misalnya, di Pelabuhan Merak sejauh 4,71 km dari titik tengah pelabuhan dan di Bakauheni sejauh 4,24 km.
Baca Juga : Jelang Nataru, Lima Elemen Penting di Bandara Juanda Jadi Perhatian Kemenhub
Ahmad Yani menambahkan, evaluasi akan dilakukan secara situasional untuk memastikan efektivitas kebijakan. “Kepolisian juga memiliki diskresi untuk mengatur lalu lintas jika diperlukan perubahan mendesak,” tuturnya.
Lebih lanjut, ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa kapal feri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang libur Nataru 2024/2025.
Bulan Desember hingga Januari diprediksi sebagai puncak musim hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa, Lampung, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menyarankan pengguna jasa untuk merencanakan keberangkatan lebih awal sebelum puncak arus libur Nataru. "Tetap waspada dengan risiko yang muncul dengan terjadinya cuaca ekstrem yang berdampak pada terganggunya layanan penyeberangan," serunya.
