Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Jembatan Kali Lanang Kota Batu, Korban Belum Diketahui Identitas dan Penyebabnya

Reporter

Irsya Richa

Editor

Dede Nana

25 - Oct - 2021, 08:52

Petugas saat melakukan olah tkp pria tengkurap di bawah jembatan Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (25/10/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Senin (25/10/2021) warga dan pengendara dikagetkan dengan penemuan seorang pria yang tengkurap tak bernyawa di bawah jembatan Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab kematian sosok tersebut.

Pria tersebut menggunakan celana jeans dengan jaket berwarna abu-abu dilengkapi dengan sepasang sandal. Saat ditemukan oleh warga posisinya tengkurap pada pukul 05.30 WIB. Seketika karena banyak yang penasaran, warga dan pengendara pun berbondong-bondong melihat kondisi korban. Pihak kepolisian langsung memasang garis polisi dan olah tindak kejadian perkara (TKP). Hasilnya, tidak didapati apapun di sekitar mayat korban.

Baca Juga : Warga Temukan Pria Tak Sadarkan Diri Tengkurap di Bawah Jembatan Kali Lanang Kota Batu

Petugas juga tidak menenukan identitas dari seluruh tubuh korban. Hanya menemukan sebuah telepon genggam yang ditemukan pada saku celana. Dengan itu nantinya akan diperiksa untuk mengetahui identitas dan sebagainya dari korban.

“Kalau identitas belum diketahui atau Mr X. Karena tidak membawa tanda pengenal apapun. Ini masih kita cari tahu siapa korban ini," ungkap Kapolsek Bumiaji Polres Batu, AKP Suyatno.

Suyatno  menambahkan, saat olah TKP pihaknya juga menemukan luka pada kepala seperti bekas benturan. Hanya saja apa penyebab kematian mayat pria tersebut masih belum diketahui.

“Kemungkinan mayat ini ditemukan bisa jatuh, kemungkinan bisa yang lain. Kita belum bisa kasih statement lainnya tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ucap Suyatno.

Baca Juga : Soft Launching Pelaksanaan MTQ XXIX di Pamekasan Dihadiri Langsung Gubernur Jawa Timur

Diperkirakan usia pria tersebut antara 25-30 an. “Sementara itu yang bisa disampaikan identitas masih belum diketahui. Hanya telepon genggam yang kami temukan sebagai pentunjuk untuk mengungkap identitas,” tutup Suyatno.