Buah dari Ketekunan, Warga Blitar Ini Sukses Berbisnis Mahar Kaligrafi
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - Nov - 2018, 09:32
Seni lukis kaligrafi berbeda dengan produk seni pada umumnya. Berbeda dengan seniman bebas mengekpresikan kreativitasnya, perajin kaligrafi harus mengikuti kaidah-kaidah tertentu ketika menggoreskan tinta atau mengukir huruf Arab.
Di balik itu, kaligrafi menjadi bisnis yang menggiurkan. Keuntungan yang dihasilkan bisa sampai miliaran rupiah. Seni menulis indah tersebut banyak ditemukan di masjid sebagai hiasan dinding atau langit-langit. Membuat kaligrafi bukan perkara mudah. Butuh keahlian khusus bidang memahat dan melukis. Pembuat seni tulis ini juga harus lihai memasang di dinding.
Salah satu orang yang sukses berbisnis kaligrafi adalah Shari, warga Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Dari ketekunanya dia bisa membuat lapangan pekerjaan sendiri. Dengan membuat mahar kaligrafi timbul yang mulai banyak peminatnya.
Awalnya Shari memang menyukai seni dengan tulisan cantik ini. Dengan belajar langsung dari pamannya dia mempelajari khusus untuk seni kaligrafi ini. Lalu dengan kekreatifannya dia mengembangkan seni ini untuk diterapkan pembuatan jasa mahar pernikahan.
“Setelah lulus sekolah saya langsung ikut paman saya belajar kaligrafi. Lalu saya coba mandiri membuka usaha mahar dengan hiasan kaligrafi ini,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (1/11/2018).
Mahar pernikahan buatannya berupa mahar yang disusun rapi lalu ditempelkan di sebuah bingkai foto. Di bingkai itu pastinya ada bagian kosong yang tidak diisi oleh tempelan uang mahar, oleh dia dipenuhi dengan lukisan kaligrafi itu.
Membuat mahar dalam bingkai itu tampak ramai berwarna-warni mewakili sebuah kegembiraan suasana pernikahan. Tentunya mahar unik buatannya itu kini banyak dicari oleh orang yang hendak menikah.
“Ordernya dari pengepul tetap saya ada. Lalu ada juga yang pesan melalui Online yang sampai dari wilayah jauh sampai di luar Blitar,” paparnya.
Dari keuletannya itu, Shari setiap bulannya bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Padahal memulai usaha itu mulai tahun 2018 lalu. “Sebulan keuntungan sekitar 3 jutaan kalau ramai musim nikah bisa lebih. Kedepannya saya akan lebih meningkatkan kualitas supaya pasar dari seni kaligrafi lebih berkembang maju,” tukasnya. (*)
