Bermula Iseng Betulin Helm Bekas, Pemuda di Blitar Sukses Bisnis Helm Jadul Retro
Reporter
Meidian Dona Doni
Editor
Yunan Helmy
22 - Jul - 2018, 10:12
Helm lama yang sudah kumal biasanya dibuang begitu saja dan tidak dipakai lagi. Namun bagi warga Lingkungan Dawuhan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, helm bekas ini menjadi lahan mencari pundi-pundi rupiah.
Dia adalah Arik Agung Prasetyo Budi, seorang pemburu helm-helm bekas zaman dulu. Pria 26 tahun ini menyervis helm tersebut dan mempolesnya menjadi layak pakai kembali dan mempunyai nilai jual tinggi.
Semisal helm jenis cakil bisa dijualnya mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan helm berbentuk menyerupai robot bisa mencapai Rp 350 ribubper buah.
“Iya anas helm ini kalau semakin langka alias sudah tak diproduksi lagi semakin mahal. Yang mencari penggemar retro seperti klub motor atau pengoleksi helm bekas. Hasilnya lumayan Mas,” ujarnya.
Arik menjelaskan kalau usahanya berjualan helm bekas ini bermula dari dirinya yang menservis helm lamanya yang sudah kumal. Dia cuci helm tersebut, dicat ulang dan diganti busanya sehingga seperti baru lagi . Namun bentuknya model zaman dulu yang cocok seperti model retro.
“Helm itu bekas yang saya servis sendiri, laku saya pakai sendiri. Kemudian teman saya tertarik membeli halm saya. Mulai dari situ saya tahu ternyata ada penggemar helm jadul lalu saya mulai menggeluti mencari helm bekas di pasar loak lalu saya perbaiki,” kata pria yang juga sebagai teknisi listrik itu.
Arik mencari helm bekas membeli dari pasar loak seharga sebuahnya Rp 10 ribu hingga 60 ribu. Lalu setelah dipermak dan dijual kembali dalam sebulannya bisa terjual sekitar 10 helm buatannya dan keuntungan sekitar 1 juta perbulan.
“Kini saya jual melalui online terutama yang beli orang wilayah barat seperti Bogor, Semarang, Bandung sana karena kan disana banyak club motornya yang cari helm helm unik jadul seperti buatan saya ini,” katanya bapak satu anak ini. (*)
