Resmikan Pabrik Baru Greenfields, Menteri Airlangga Puji Bupati Blitar
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Heryanto
07 - Mar - 2018, 12:18
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto meresmikan Peternakan Sapi Perah dan Pabrik PT Greenfields di Desa Ngadirenngo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (6/2/2018).
Peternakan baru PT Greenfields di Wlingi dibangun diatas lahan seluas 172 hektar, tiga kali lebih luas dari peternakan pertama di Babadan, Ngajum, Malang.
Jika peternakan pertama memiliki lebih dari 8600 sapi perah, peternakan kedua akan memiliki lebih banyak lagi sapi dengan total investasi Rp 612 Miliar.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto tiba di lokasi menggunakan helikopter sekitar Pukul 10.45 WIB. Dalam sambutannya secara khusus Airlangga memberikan apresiasi kepada PT Greenfields selaku investor dan Bupati Kabupaten Blitar Rijanto selaku stakeholder.
Bahkan Airlangga memuji kiprah Bupati yang mengawal proses investasi ini sehingga Peternakan Sapi Perah modern PT Greenfields ini bisa dibangun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita dari Pemerintah Pusat tentu memberikan apresiasi. Kalau seluruh Indonesia punya Bupati seperti Bupati Blitar maka Indonesia ini akan semakin sejahtera,” tandas Airlangga.
Dijelaskan, PT Greenfields melakukan investasi pertama kali di Indonesia. Namun setelahnya pada investasi kedua hingga kedelapan dilakukan di luar Indonesia. Greenfields kembali melakukan investasi di Indonesia di Kabupaten Blitar.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto tiba di lokasi Pabrik Greenfields dengan menggunakan Helikopter.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Airlangga berharap keberadaan Peternakan Sapi Perah PT Greenfields ini bisa memberikan keuntungan dan kemakmuran bagi masyarakat Kabupaten Blitar.
“Tadi saya tanya Pak Edgar, pinginya ada berapa lagi Peternakan Greenfields di Indonesia. Jawabnya lima. Jadi masih ada nih Pak Bupati, yang ke 10,11,12,13 dan 14. Dijaga ini Pak Bupati supaya jangan lari kemana-mana. Bayangkan kalau disini (Blitar) ada 40.000 sapi, maka produksi Blitar ini akan semakin meningkat,” tukasnya.
Lebih lanjut Menteri Airlangga menyampaikan, dari segi On Farm, saat ini terdapat lebih dari 60 industri pengolahan susu yang beroperasi di Indonesia. Tetapi hanya 14 perusahaan yang bermitra dengan peternak dan menyerap susu segar dalam negeri.
“Pada tahun 2016, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri untuk industry pengolahan susu adalah sekitar 3,7 ton (setara susu segar). Namun demikian, pasokan bahan baku susu segar dalam negeri hanya sebesar 852 ton (23%) dan sisanya yang masih harus diimpor sebesar 2,8 juta ton (77%). Jadi masih banyak ruang untuk pengembangan peternakan perusahaan seperti Greenfields maupun juga yang dilakukan masyarakat. Jadi Pak Bupati Blitar sudah on the track, kita akan dorong terus,” ujarnya.
Bahan baku susu di Indonesia sejauh ini diimpor dari beberapa Negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Airlangga berharap, keberadaan perusahaan seperti Greendfields di Indonesia bisa berimbas pada penghematan devisa dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Jadi dengan investasi 43 Juta Dollar oleh PT Greenfields atau 612 Miliar tentunya memperkerjakan secara langsung 250 peternak dan secara tidak langsung mempekerjakan 3000 tenaga kerja. Tentunya ini sangat bagus karena kontribusinya terhadap perekonomian di Blitar akan tinggi,” katanya lagi.
Dalam kesempatan ini, Menteri Perindustrian yang baru saja diangkat sebagai Ketua Umum Partai Golkar juga menyampaikan, industry pengolahan susu merupakan salah satu bagian dari subsector industry makanan dan minuman.
Subsektor ini merupakan kelompok industry yang sangat strategis dan mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan di masa depan karena menyangkut kebutuhan primer manusia.
“Hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan industry makanan dan minuman pada tahun 2017 yang mencapai 9,23%. Jauh diatas pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,07%. Disamping itu, peran subsector Industri makanan dan minuman terhadap PD3 sebesar 6,14% dan terhadap PDB industry non migas yang mencapai 34,3%. Sehingga menjadikannya sebagai subsector dengan kontribusi terbesar dibandingkan subsector lainnya pada periode sama,” paparnya.
Menteri Airlangga Hartanto meresmikan beroperasinya Peternakan Susu Sapi Perah Greenfields di Wlingi dengan memukul gong.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Airlangga menambahkan, Pemerintah berharap kedepan PT Greenfields di Wlingi bisa bermitra dengan peternak, para praktisi, penggiat gizi, dan stakeholder lainnya untuk menyebarkan edukasi yang diperlukan dalam rangka membantu generasi Indonesia yang sehat. Serta mengembangkan susu segar dalam negeri melalui peningkatan peoruktifitas, perbaikan kualitas, dan metode budidaya ternak yang baik sekaligus membantu peternak-peternak lokal.
“Peluang usaha peternakan sapi perah di Indonesia sangat terbuka. Pada tahun 2017, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih rendah yaitu 16,9 per kapita per tahun setara susu segar. Tingkat tersebut masih dibawah Negara-negara Asean lain seperti Malaysia yang mencapai 36,2 kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun, Thailand 22,2 kg/kapita/tahun dan Filipina 17,8 kg/kapita/tahun. Kami berharap Greenfileds dapat membantu meningkatkan pemenuhan susu dari dalam negeri,” tuntasnya.
Sementara, Bupati Blitar Rijanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Blitar mengucapkan terimakasih atas dibangunnya Peternakan Sapi Perah PT Greenfields di Wlingi. Pembangunan peternakan sapi ini selaras dengan visi dan misi Bupati mewujudkan Kabupaten Blitar yang berdaya saing.
“Mayoritas masyarakat Kabupaten Blitar selain peternak ayam petelur juga peternak sapi perah. Per hari Kabupaten Blitar menghasilkan 150 ton susu sapi perah. Semoga keberadaan PT Greenfileds bisa mendukung kemajuan peternakan di Kabupaten Blitar dan masyarakat bisa lebih sejahtera,” kata Bupati.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar menambahkan, Peternakan Sapi Perah PT Greenfields berada di wilayah Perkebunan Sirah Kencong yang oleh Pemkab Blitar akan dikembangkan sebagai tempat wisata. Serangkaian pembangunan tengah dilakukan, salah satunya dengan membangun akses jalan beton menuju perkebunan dan melewati lokasi PT Greenfields.
“Jalan kita lebarkan, yang dulu Cuma 3 meter kini kita lebarkan menjadi 6 hingga 8 meter. Dan ini dalam proses, insyaalah tahun depan jalan cor beton akan selesai,” terangnya.
Bupati berharap keberadaan PT Greenfields akan memberikan dampak kepada kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar, khsususnya yang berada di sekitar pabrik dan kaum petani.
” Harapan kami dengan pembangunan secepat ini ada multi effect, masyarakat kita tidak akan kekurangan pekerjaan. Meskipun mereka hanya jual rumput tapi setiap hari bisa mengirim ke sini. Begitupun kalau mereka menanam jagung setiap hari bisa dikirimkan kesini untuk bahan baku ternak sapi perah,” tegasnya.
Di kesempatan ini Bupati juga menyampaikan ekonomi Kabupaten Blitar berpotensi semakin baik dengan masuknya sejumlah investor. Selain PT Greenfields, sejumlah investor lain juga tengah bergerak di Kabupaten Blitar masing-masing PT Rejoso Manis Indo di Kecamatan Binangun dan PT NSA yang bergerak di sector Pisang Kapendis.
“Kalau tiga investor ini jalan maka Blitar akan semakin luar biasa. Dan kita akan songsong investor-investor lain masuk ke Kabupaten Blitar,” tambah Bupati yang peduli dan dekat dengan rakyat.
Setelah meresmikan Peternakan Sapi Perah dan Pabrik PT Greenfields, Menteri Perindustrian Airlangga didampingi Bupati dan Forkopimda Kabupaten Blitar serta Jajaran Direksi PT Greenfields menyempatkan untuk meninjau lokasi peternakan.
Peresmian Peternakan Sapi Perah PT Greenfields di Wlingi juga dihadiri sejumlah pejabat. Diantaranya Senior Management AustAsia Edgar Collins, Dirjen IA Panggah Susanto, Dirjen PKH Kementan I Ketut Diaminta, Komisaris Japfa Comfeed Syamsir Siregar, Kepala OPD Pemkab Blitar, dan tamu undangan lainnya.(adv/humas)
