Bukit Bonsai Watulawang Semakin Aduhai

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Heryanto

21 - Dec - 2017, 11:27

Pengunjung asyik berfoto dan menikmati berwisata di Bukit Bonsai Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)

Usai dilaunching tanggal 03 Desember 2017 oleh Bupati Blitar Rijanto, Bukit Bonsai Watu Lawang Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, terus berbenah. Spot foto yang ada pun semakin dipercantik.

Menurut Galih Ahmad, salah satu pengelola mengatakan, wisata Watulawang terus berpacu dengan waktu mempercantik diri agar pengunjung semakin betah berlama-lama. Terutama masa liburan dan tahun baru 2018 ini.

Banyak spot menarik,wi satawan sangat menikmati suasana di Bukit Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)
Banyak spot menarik,wi satawan sangat menikmati suasana di Bukit Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)

"Sejauh ini konten sudah kami pasang dan respon pengunjung sangat bagus. Namun disisi lain kami terus bergerak mempercantik kawasan Watulawang ini" Ujar Galih mengawali berbincang dengan BLITARTIMES, Kamis (21/12/2017).

Dari pengamatan BLITARTIMES di lokasi memang banyak pekerja yang tengah bekerja mempercantik tampilan konten.

"Pagi sampai sore bahkan terkadang kami lembur. Biar cepat selesai mas" Sambung Galih sambil menunjukkan beberapa lokasi yang sedang digarap pekerja.

Banyak spot menarik,wi satawan sangat menikmati suasana di Bukit Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)
Banyak spot menarik,wi satawan sangat menikmati suasana di Bukit Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)

Senada dengan Galih, Eko Suparno, manager operasional Bukit Bonsai Watulawang, menambahkan saat ini beberapa infrastruktur dasar terus diperbaiki.

"Akses jalan di bukit juga kami kebut biar tambah mulus. Beberapa gazzebo dan cafe juga sedang dalam tahap finishing. Bonsai juga terus kami tata. Insyallah semuaya ready beberapa hari ini," Ungkap Eko yang akrab dipanggil Gembrok tersebut.

Ditanya soal konten spot foto berbayar yang sempat menjadi perdebatan warga net di sebuah grup medsos, Galih dan Eko menanggapi santai.

"Wajar mas (pro dan kontra). Wisata ini adalah wisata berbasis masyarakat. Semua konten yang dipasang ini adalah hasil karya masyarakat sehingga wajar jika kemudian pemilik konten memungut biaya untuk menggunakan spot foto tersebut. Satu dua pengunjung memang ada yang protes namun setelah kami jelaskan akhirnya mereka memaklumi. Bahkan mereka kagum dengan pola yang kami gunakan untuk memberdayakan masyarakat disini," ujar Galih yang diamini Eko.

Selain bisa menikmati pemandangan dan bonsai, kulinernya tak kalah menggoda.banyak kuliner lezat di Bukit Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)
Selain bisa menikmati pemandangan dan bonsai, kulinernya tak kalah menggoda.banyak kuliner lezat di Bukit Watulawang.(Foto : Irvan Fauzi/BlitarTIMES)

Bahkan, pasca menjadi bahan perbincangan tersebut grafik pengunjung mengalami peningkatan drastis. Hingga saat ini diperkirakan sekitar 10 ribu wisatawan berkunjung ke Bukit Bonsai Watulawang.

"Kami bersyukur sekaligus bangga wahana wisata yang baru saja dibuka ini berhasil mencuri perhatian masyarakat. Jika ada yang kurang mohon kritik dan sarannya. Kami yakin trend wisata alam masih sangat diminati masyarakat luas," Imbuh Galih.

Wahana wisata Bukit Bonsai Watulawang memang dikenal mempunyai view yang sangat bagus. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat hamparan pemandangan alam yang sangat cantik. Gunung Kelud, Gunung Bromo dan Semeru berjajar bak lukisan menawan.

Bahkan city view kota Blitar di malam hari kelihatan begitu aduhai. Sementara sore hari Watulawang menawarkan pandangan matahari terbenam yang sangat indah.

Pengelola pun menambah konten spot foto selfie seperti balon udara, timbangan raksasa, bunga Dewi Kwan In, rumah suku Maya, hingga miniatur bahtera nabi Nuh. Spot selfie tersebut langsung menjadi viral karena dianggap sangat instagramable.

"Menarik sih mas. Tempatnya nyaman dan adem. Makanannya enak dan murah. Dan yang paling penting itu spot selfie nya keren. Sangat cocok untuk pengunjung yang ingin eksis," Kata Dhea Setya, pengunjung dari Tulungagung.

Dari mana tahunya Bukit Bonsai Watulawang?

"Saya tahu dari postingan teman-teman di instagram. Karena penasaran akhirnya kesini mengajak teman-teman kampus. Dan benar sungguh luar biasa. Sangat instagramable. Gak rugi jauh-jauh datang kesini. Puas banget," Tutupnya bersemangat.

Menutup perbincangan dengan BLITARTIMES, Galih memprosikan wisata besutan Segoro Nusantara tersebut dengan sebuah pantun.

Pergi ke pasar membeli garpu

Jangan lupa belilah bawang

Ingat tahun baru

Berwisatalah ke Watulawang.

Selamat liburan di Bukit Bonsai Watulawang.