Ramai di Medsos Kabar Mahasiswa Asal Papua Dipukul Aparat, Begini Penjelasan Wakapolres Jember

20 - Nov - 2017, 02:16

Pertemuan klarifikasi yang dilakukan di Mapolres Jember oleh TNI dan Polisi bersama dengan ketua dan sesepuh perwakilan warga Papua di Jember (foot : istimewa)

Ramainya pemberitaan di media sosial (medsos) terkait penyerangan anggota TNI dan Polri di tempat kost mahasiswa asal Papua Jumat malam ditanggapi oleh Wakapolres Jember Kompol Edo Setyo Kentriko.

Menurut perwira Polres Jember, kabar di medsos terkait penyerangan TNI dan Polri ke tempat kost mahasiswa asal Papua adalah hoax yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab.

“Semalam kami sudah panggil mahasiswa asal Papua yang dikabarkan dianiaya oleh TNI dan polri serta ketuanya, mereka kami panggil untuk klarifikasi, beberapa TNI dan polisi yang biasa bertugas di wilayah kampus juga ada, dan dari hasil pertemuan semalam ternyata apa yang dikabarkan di medsos tidak benar,” ujar Wakapolres Jember Kompol Edo Setyo Kentriko Minggu (19/11/2017).

Edo menjelaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan, telah terjadi kesalah pahaman antara kelompok Mahasiswa asal Papua dengan warga setempat, sehingga didamaikan oleh petugas TNI dan polisi, yang saat itu sedang melakukan patroli rutin di kawasan kampus. Namun saat TNI dan polisi memfasilitasi mediasi antara warga dengan mahasiswa asal Papua, ada oknum tidak bertanggung jawab, dengan memanfaatkan situasi dan menyebarkan berita bohong di Media Sosial Facebook.

“Memang ada insiden di tempat kost mahasiswa asal Papua, ada kesalah pahaman antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar, dan oleh petugas yang kebetulan patroli di mediasi, ternyata kedatangan petugas di manfaatkan oknum tidak bertanggung jawab dengan mengambil foto dan disebar ke medsos dan menyampaikan kalau TNI dan polri menganiaya mahasiswa asal Papua, jadi saya tegaskan bahwa kabar tersebut hoax alias berita bohong,” tegas Edo.

Sementara Ketua Ikatan Mahasiswa Asal Papua perwakilan Jember Edmodus Bawor mengakui bahwa memang pada Jumat malam ada kesalahpahaman dengan warga setempat, namun telah diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Memang ada kesalahpahaman pada malam itu, tapi tidak sampai ada keributan, dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan, jadi info di media sosial tidak benar, kepada saudara asal Papua agar tetap bersikap seperti biasa dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” ujar Edmodus.

Hal senada juga disampaikan Nikson Sesepuh Warga Asal Papua yang di Jember, dengan adanya insiden ini, bisa dijadikan pelajaran oleh saudaranya asal Papua yang lain dimanapun berada. “Saya berharap agar kejadian ini dijadikan pelajaran yang berharga, dan bagi mahasiswa asal Papua tidak terpancing dengan pemberitaan dan menyebarkan berita di media sosial yang belum dipastikan kebenaranya,” pungkas Nikson.

Sebelumnya, berita yang beredar di media sosial, empat orang mahasiswa asal Papua digrebek dan dipukuli aparat gabungan TNI dan polri, hingga menyebabkan empat mahasiswa seolah-olah terluka, mereka adalah Niko Angki dan Page Ginuny mengalami luka di kepala, Yaris Karoba mengalami luka di wajah dan Franz Jigibalom diintimidasi aparat. (*)