Diobok Maling, Kantor Kelurahan Bence Merugi Puluhan Juta

Reporter

Aunur Rofiq

18 - Oct - 2016, 04:56

Polisi saat melakukan olah TKP.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kantor Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, diobok-obok oleh maling, Senin (17/10/2016). Maling ini masuk ke dalam kantor keluahan dengan cara mencongkel jendela dan teralis jendela ruang sekretaris Kelurahan.

Suyadi (57), sekretaris kelurahan Bence, mengatakan, pada awalnya ia tidak menaruh curiga adanya pencurian di kantornya. Sebab, aktivitas di dalam kantor berjalan seperti biasa. Seluruh staf masuk dan menjalankan rutinitasnya. Namun saat ia menarik kursi ruangannya, tanpa sengaja punggungnya terbentur oleh benda dan diketahui merupakan teralis jendela yang ada di belakang tempat duduknya.

 “Saya tidak sengaja menarik kursi saat akan duduk, tapi punggung saya terbentur teralis  besi. Setelah saya lihat, sudah keadaan rusak dan terbuka,” ungkap Suyadi di kantornya.

Suyadi kemudian memeriksa jendela ruangan sudah dalam keadaan terbuka dan ada bekas congkelan. Kemudian, ia memeriksa laci mejanya, juga dalam keadaan rusak akibat dicungkit dengan benda sehingga terbuka. Ia pun memanggil staf desa untuk memeriksa. Diketahui seluruh laci dan almari ruangan Kelurahan Bence dalam keadaan terbuka.

Setelah memeriksa beberapa laci dan almari di beberapa ruangan, termasuk ruangan kepala kelurahan, diketahui uang tunai Rp 6 Juta, dua laptop, satu handycam, dan satu kamera DSLR hilang dibawa maling. Total kerugian yang dialami oleh pihak kelurahan mencapai Rp 36.100.000,-. Dengan adanya peristiwa pencurian ini, pihak kelurahan melaporkan ke pihak kepolsian.

Mendapati adanya laporan ini, pihak identifikasi Polres Blitar langsung datang dang mencari jejak jari yang ditinggalkan oleh pelaku.

Kapolsek Garum AKP Rusmin mengatakan, diperkirakan pelaku ini lebih dari satu orang. Analisa ini berdasarkan jumlah barang yang dibawa oleh pelaku yang tidak bisa dibawa seorang diri dan cara masuk ke dalam kantor dengan cara mencongkel jendela yang sulit untuk dilakukan oleh seorang diri.

Pihak kepolisian, menurut Rusmin,  masih memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan dan belum dapat menentukan siapa pelakunya.  "Hasil dari jejak yang ditinggalkan pelaku nantinya akan digunakan sebagai petunjuk untuk mengungkap kasus pencurian di Kelurahan Bence ini," ungkapnya.(*)